BALONG, Media Ponorogo – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang yang disertai angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Ponorogo pada Senin (9/3/2026) sore.
Akibatnya, sebuah pohon randu berukuran besar di pinggir jalan raya Sumoroto-Ngumpul, Kecamatan Balong, tumbang dan menimpa bangunan ruko serta jaringan kabel listrik.
Peristiwa tersebut terjadi tepatnya di RT 02/RW 02 Dukuh Krajan, Desa Ngumpul sekitar pukul 14.45 WIB. Pohon yang berada di depan ruko milik Bapak Supriyono tersebut roboh ke arah jalan dan bangunan, mengakibatkan kerusakan pada atap parkiran ruko serta memutus aliran kabel PLN yang jatuh ke tanah.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah dikerahkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan untuk melakukan evakuasi dan kaji cepat.
“Benar, telah terjadi pohon tumbang akibat cuaca ekstrem di Desa Ngumpul. Personil kami langsung bergerak bersama unsur TNI, POLRI, dan warga sekitar untuk melakukan pembersihan agar arus lalu lintas kembali normal. Kami menghimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi,” ujar Masun saat memberikan keterangan.
Selain merusak atap ruko di beberapa titik, tumbangnya pohon ini sempat membuat arus lalu lintas di jalur Sumoroto-Ngumpul tersendat.
Petugas gabungan harus bekerja ekstra untuk memotong dahan pohon yang melintang di jalan serta berkoordinasi dengan pihak PLN terkait kabel yang menjuntai ke tanah.
Proses evakuasi dinyatakan selesai pada pukul 17.00 WIB. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, kerugian materiil berupa kerusakan atap ruko yang jebol dan penyok masih dalam pendataan.
Berdasarkan hasil pengkajian di lapangan, BPBD Ponorogo juga mencatat adanya satu pohon randu lain di sebelah lokasi kejadian yang kondisinya sudah miring ke arah jalan raya. Hal ini menjadi perhatian serius karena berpotensi tumbang jika kembali diterjang angin kencang.
Pihak BPBD berencana melakukan koordinasi lanjutan untuk langkah antisipasi terhadap pohon-pohon ayoman yang kondisinya membahayakan pengguna jalan. Untuk sementara, bantuan logistik berupa terpal dan sembako disiapkan bagi warga terdampak. (mny)














































