KOTA, Media Ponorogo – Ramadhan selalu punya cara sendiri untuk menghadirkan kehangatan, bahkan di tempat yang paling penuh ujian sekalipun seperti rumah sakit.
Di Masjid Ibnu Sina RSU Muhammadiyah Ponorogo (RSUMP), aroma gurih soto ayam dan kepulan uap teh hangat setiap sore seolah menjadi pelipur lara bagi para keluarga pasien yang tengah berjuang menanti kesembuhan orang terkasih.
Lewat program bertajuk Menu Berbuka Gratis (MBG), masjid ini berubah menjadi ruang tamu yang ramah bagi siapa saja.
Tidak ada sekat antara pengunjung, keluarga pasien, hingga musafir; semua duduk bersimpuh di atas hamparan tikar yang sama di lantai satu, tepat di samping RSUM MART.
Bagi Bonaji, M.Pd., Ketua Kegiatan Ramadhan sekaligus Kasubag Binroh dan Sosial Pasien RSUMP, penamaan MBG bukan sekadar singkatan.
Nama tersebut dipilih sebagai daya tarik agar masyarakat luas menyadari bahwa ada pintu yang selalu terbuka bagi mereka yang ingin membatalkan puasa di rumah sakit.
“Maksud dan tujuannya adalah memberikan layanan prima kepada keluarga pasien dan masyarakat sekitar masjid,” tutur Bonaji dalam sebuah kesempatan wawancara.
Setiap harinya, sebanyak 200 porsi menu utama disiapkan. Menunya pun tak main-main; panitia bekerja sama dengan pihak katering untuk menyajikan hidangan yang bervariasi setiap harinya, mulai dari Soto Ayam, Rawon, hingga Ayam Bakar.
Sebagai pembuka, segelas teh hangat selalu tersedia untuk membasahi tenggorokan sesaat setelah adzan Maghrib berkumandang.
Uniknya, pembagian makanan di Masjid Ibnu Sina tidak dilakukan sesaat sebelum adzan, melainkan setelah shalat Maghrib berjamaah selesai dilaksanakan.
Hal ini dilakukan agar jamaah dapat beribadah dengan tenang terlebih dahulu sebelum menikmati hidangan dengan sistem antre yang tertib.
Sejauh ini, panitia mengaku distribusi berjalan aman. “Selama program berlangsung, belum pernah sampai kekurangan porsi,” tambah Bonaji, menekankan bahwa semangat berbagi ini dengan manajemen yang rapi.
Di balik keriuhan berbuka, ada cerita tentang gotong royong yang luar biasa.
Anggaran untuk menu berbuka puasa sebesar Rp 66 juta selama sebulan penuh telah terpenuhi secara mandiri melalui donasi karyawan RSUMP.
Ini menjadi bukti nyata kepedulian internal rumah sakit terhadap sesama muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.
Namun, ladang amal masih terbuka lebar. Untuk program Sahur Bersama yang menargetkan 50 porsi setiap harinya, panitia masih membutuhkan uluran tangan donatur.
Dari kebutuhan anggaran sebesar Rp 11.250.000, saat ini masih terdapat kekurangan sekitar Rp 6.780.000.
Bagi masyarakat yang ingin menitipkan keberkahan lewat sepiring nasi sahur seharga Rp 7.500 per porsi, pintu donasi masih terbuka lebar melalui Kantor Layanan Lazismu RSUMP atau melalui transfer ke Bank Muamalat (74 300 143 41). (mas)










































