KAUMAN, Media Ponorogo – SMP Negeri 2 Kauman kembali mengukuhkan diri sebagai episentrum budaya dan garda terdepan dalam regenerasi Seni Reog Ponorogo yang sudah diakui UNESCO.
Terbukti, dalam pembukaan Dakapo Festival 2026, Senin (9/2/2026), sekolah ini berhasil mementaskan Gelar Kolosal Tari Jathil dan Warok Reog Ponorogo.
Luar biasanya, tari kolosal ini ditampilkan 400 penari yang terdiri dari siswa SD/MI, guru pembina, hingga siswa kelas seni SMPN 2 Kauman.
Istimewanya, festival yang mengusung tema “Jumangkah Gumregah Ambangun Taruna Unggul Berprestasi”, ini dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita, SH.
Kepala SMPN 2 Kauman, Drs. H. Indarto Bandono, M.Pd., menjelaskan bahwa festival yang telah rutin digelar sejak 2017 ini merupakan wadah bagi bibit-bibit unggul untuk menggali potensi, baik akademik maupun non-akademik.
“Tahun ini terasa spesial karena keterlibatan sekitar 300 siswa SD/MI se-Kecamatan Kauman dan Kutho Kulon yang ikut serta dalam workshop tari jathil dan warok,” jelasnya.
Tak hanya bidang seni, Dakapo Festival 2026 juga menyajikan beragam kompetisi bergengsi. Di antaranya kompetisi futsal, bola voli mini, Pasanda Scout Competition, festival hadroh, hingga olimpiade MIPAS.
Semangat kompetisi kian membara dengan diperebutkannya kembali Piala Bergilir Bupati Ponorogo yang sebelumnya bertahan di tangan SDN 2 Somoroto selama dua periode terakhir.
Selain itu, terdapat pula Piala Bergilir dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ponorogo untuk kategori lomba hadroh.
Selain festival, branding SMPN 2 Kauman kian kuat dengan kebijakan “Kamis Ponoragan”.
Kebijakan mengenakan pakaian khas setiap Kamis minggu terakhir ini mempertegas identitas bahwa setiap lulusan SMPN 2 Kauman adalah individu yang bangga akan jati dirinya sebagai orang Ponorogo.
Dengan fasilitas lengkap, guru-guru inspiratif (Dakapo Hebat), dan segudang prestasi di ajang FLS2N hingga tingkat provinsi, SMPN 2 Kauman pilihan sekolah di wilayah barat.
Tentunya sebagai destinasi bagi mereka yang ingin menjadi juara di jalur akademik maupun seni budaya.
Pun, melalui Kelas Unggul Seni yang dimiliki sekolah, SMPN 2 Kauman berkomitmen terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter dan mencintai budaya leluhur.
Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdyarita, S.H., yang hadir langsung membuka acara, memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi SMPN 2 Kauman dalam menjaga akar budaya.
Menurutnya, Festival ini bukan sekadar ajang unjuk bakat, melainkan upaya konkret sekolah dalam melakukan regenerasi pelestarian Reog Ponorogo pasca ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda oleh UNESCO.
“Ini adalah wujud nyata nguri-uri budaya yang dimulai sejak dini. Dari SD sudah belajar seni, lalu berlanjut ke jenjang berikutnya,” tuturnya di hadapan para hadirin.
Bunda Rita—sapaan akrabnya—juga memotivasi para peserta agar terus berprestasi melalui jalur seni.
Ia menekankan bahwa sertifikat penghargaan dari ajang seperti Dakapo Festival dapat menjadi tiket berharga untuk masuk ke jenjang sekolah yang lebih tinggi melalui jalur prestasi.
Dakapo Festival 2026 dijadwalkan akan terus berlangsung hingga Rabu (11/2) mendatang sebagai puncak rangkaian perayaan kreativitas pelajar di Bumi Ponorogo. (mas)










































