Home Headline Warga Karanglo Kidul Ponorogo Ringkus Piton 3 Meter: Kerap Mangsa Hewan Ternak

Warga Karanglo Kidul Ponorogo Ringkus Piton 3 Meter: Kerap Mangsa Hewan Ternak

0

JAMBON, Media Ponorogo – Keresahan warga Dukuh Tengah, Desa Karanglo Kidul, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo terkait hilangnya hewan ternak secara misterius akhirnya terjawab.

Seekor ular piton sepanjang 3 meter berhasil ditangkap warga setelah kedapatan memangsa ayam jago milik penduduk setempat pada Jumat (30/1/2026).

Penangkapan predator melata ini bermula dari kecurigaan warga yang kerap kehilangan ayam jago dalam beberapa waktu terakhir.

Sugriwo, salah satu warga pertama yang melihat keberadaan ular tersebut, segera melaporkannya kepada tetangga sekitar karena khawatir ular akan menyerang manusia atau menghabiskan lebih banyak ternak.

Mendengar laporan tersebut, dua orang warga, Slamet dan Muji, serta warga sekitar segera berinisiatif melakukan perburuan. Dengan peralatan seadanya, mereka berusaha mengamankan ular yang bersembunyi di area belakang rumah pemukiman warga tersebut.

Slamet menceritakan bahwa proses penangkapan berlangsung cukup menegangkan mengingat ukuran ular yang cukup besar dan tenaga lilitannya yang kuat.

“Ularnya memang besar dan panjang, mungkin sekitar 3 meter. Saya bersama Pak Muji akhirnya berhasil menangkapnya dengan hati-hati dan langsung kita masukkan ke dalam karung goni agar aman,” ujar Slamet saat dikonfirmasi di lokasi.

Sebelum ular ini tertangkap, suasana di Dukuh Tengah sempat diliputi rasa was-was. Banyak warga yang curiga bahwa hilangnya ternak mereka disebabkan oleh serangan binatang buas, namun baru kali ini pelakunya tertangkap basah.

“Sebelumnya ada warga yang mengaku kehilangan ayam jago, dan memang curiga kalau dimakan binatang buas. Ternyata benar, ular ini pelakunya,” tambah Slamet.

Saat ini, ular piton tersebut telah diamankan dalam karung goni untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Rencananya, ular akan diserahkan kepada pihak terkait atau dilepaskan kembali ke habitat yang jauh dari pemukiman warga demi menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus keamanan masyarakat.

Warga dihimbau untuk tetap waspada, terutama saat musim penghujan, karena hewan melata seringkali muncul di area lembap dekat pemukiman untuk mencari mangsa. (mny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here