KOTA, Media Ponorogo – SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo (SMA Muhipo) yang dinakhodai Sugeng Riadi, M.Pd membuat gebrakan besar di awal tahun 2026.
Sekolah yang dikenal sarat prestasi ini sukses menyelenggarakan MUHIPO Pencak Silat Competition (MPSC) 2026 tingkat provinsi Jawa Timur.
Meski merupakan gelaran perdana, ajang ini langsung menjadi magnet bagi para pendekar hebat dari berbagai daerah.
Ketua Panitia MPSC 2026, Anton Mukminin, M.Pd., mengungkapkan bahwa antusiasme peserta sangat luar biasa dan melampaui target.
Dari target semula yang hanya mematok 300 peserta, angka pendaftaran melonjak tajam hingga mencapai 617 peserta.
Rinciannya terdiri dari 222 peserta tingkat SD, 280 peserta SMP, dan 115 peserta SMA. “Kami sangat bersyukur antusiasmenya luar biasa besar,” ujar Anton saat ditemui di lokasi pertandingan.
Seluruh peserta tersebut memadati arena laga di SMA MUHIPO selama tiga hari, terhitung sejak 29 hingga 31 Januari 2026.
“Ini adalah event pertama kami sebagai upaya syiar sekolah sekaligus menjaring bakat-bakat pendekar hebat di bidang pencak silat,” ujar Anton.
Anton menegaskan, demi menjaga sportivitas dan profesionalisme, tim juri didatangkan langsung dari Pengprov IPSI Jawa Timur yang berkolaborasi dengan juri dari IPSI Kabupaten Ponorogo.
Digitalisasi dan Transparansi
Bukan sekadar kompetisi biasa, MPSC 2026 menerapkan sistem digitalisasi penjurian untuk menjamin transparansi.
Anggota Lembaga Wasit Juri Pengprov Jatim, Joko Subagyo, S.Pd., menjelaskan bahwa penilaian dilakukan menggunakan tablet yang hasilnya langsung terpampang di layar monitor secara real-time.
Langkah ini diambil untuk menjamin sportivitas dan transparansi yang selama ini sering menjadi tantangan dalam penilaian seni bela diri. “Kami tidak lagi menggunakan cara manual. Dengan sistem digital, nilai langsung terlihat oleh publik. Ini jauh lebih transparan dan cepat,” tegasnya.
Joko, menjelaskan bahwa skor yang diinput juri langsung terpampang di monitor besar sehingga bisa dipantau oleh pelatih, peserta, hingga penonton di tribun. “Sistem digital ini membuat nilai langsung bisa dilihat oleh publik, sehingga sportivitas benar-benar terjaga,” tegas Joko.
Format Antar-Sekolah
Kompetisi ini menggunakan format kontingen sekolah, bukan antar-perguruan.
Para peserta berkompetisi di kategori Tanding dan Seni (Tunggal Baku IPSI, Tunggal Bebas, dan Tunggal Tangan Kosong/Bersenjata) sesuai regulasi nasional.
Anton Mukminin menyatakan bahwa acara ini adalah bukti komitmen SMA MUHIPO dalam menjunjung tinggi nilai budaya asli Indonesia.
Apalagi, SMA Muhipo juga memiliki ekstrakurikuler Tapak Suci Putra Muhammadiyah yang telah berprestasi hingga tingkat internasional. Termasuk raihan juara di Muslim International Championship di Jakarta beberapa waktu lalu.
Menariknya, seluruh kepanitiaan acara ini dilakukan secara mandiri oleh pihak sekolah tanpa bantuan Event Organizer (EO) eksternal.
“Melalui kompetisi ini, diharapkan akan lahir atlet-atlet handal yang mampu mengharumkan nama daerah di masa depan,” pungkasnya.
Gebrakan ini kian mengukuhkan posisi SMA MUHIPO sebagai barometer pencak silat di Ponorogo. (mas)













































