PONOROGO–PACITAN, Media Ponorogo — Cuaca ekstrem dalam beberapa hari ini berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Ponorogo dan Pacitan mengakibatkan banyak tiang listrik roboh serta jaringan kelistrikan terdampak di sejumlah lokasi, Senin (26/1).
Menyikapi kondisi tersebut, PT PLN (Persero) UP3 Ponorogo bergerak cepat melakukan penanganan untuk menjaga keselamatan masyarakat sekaligus mempercepat pemulihan pasokan listrik.
Sejak laporan gangguan diterima, PLN UP3 Ponorogo langsung mengerahkan petugas dari unit layanan terkait untuk melakukan penelusuran lokasi, pengamanan area terdampak, serta perbaikan jaringan secara bertahap.
Gangguan sebagian besar disebabkan oleh pohon tumbang dan struktur tiang listrik yang tidak mampu menahan terpaan angin kencang.
Manager PLN UP3 Ponorogo, Indradi Pratama, menyampaikan bahwa PLN berkomitmen memberikan respon cepat terhadap setiap gangguan kelistrikan, khususnya yang disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem.
“Begitu menerima laporan, petugas kami langsung diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pengamanan dan perbaikan jaringan. Keselamatan masyarakat dan petugas menjadi prioritas utama, disertai upaya percepatan penormalan pasokan listrik di wilayah Ponorogo dan Pacitan,” ujar Indradi.
Dalam proses penanganan, PLN juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat setempat, serta masyarakat guna memastikan proses perbaikan berjalan aman dan lancar.
Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan serta kondisi cuaca di lapangan.
PLN UP3 Ponorogo mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bahaya kelistrikan saat cuaca ekstrem, seperti menjauhi tiang listrik yang roboh atau miring, kabel terputus, maupun material lain yang menimpa jaringan listrik.
Masyarakat diharapkan segera melaporkan gangguan atau kondisi berbahaya melalui Aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123 agar dapat segera ditindaklanjuti.
PLN terus berupaya menjaga keandalan pasokan listrik dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Ponorogo dan Pacitan, meskipun di tengah tantangan cuaca ekstrem. (mny).












































