Home Budaya Sintesis 8 Peringatan HUT Ke-48 SMPN 1 Jetis Launching Batik Suru Kubeng...

Sintesis 8 Peringatan HUT Ke-48 SMPN 1 Jetis Launching Batik Suru Kubeng & Buku Karya Literasi Jejak Dedikasi

0

JETIS, Media Ponorogo – SMP Negeri 1 Jetis menunjukkan kelasnya sebagai sekolah yang berkelas internasional namun tetap melestarikan identitas lokal.

Terbukti, dalam peringatan HUT ke-48 yang dibalut ajang Sintesis 8, sekolah yang dinakhodai Ahmad Manan, S.Pd, M.Pd ini resmi meluncurkan Batik “Suru Kubeng”.

Desain batik ini adalah wujud “local pride” yang mengangkat sejarah Petilasan Suru Kubeng di Desa Kutu Wetan—tempat bersejarah Ki Ageng Kutu yang merupakan cikal bakal lahirnya Reog Ponorogo.

“Suatu kehormatan, kebanggaan dan motivasi bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Jetis untuk terus berprestasi serta berperan aktif dalam pelestarian budaya daerah melalui Launching Batik Suru Kubeng,” ungkap Ahmad Manan, S.Pd, M.Pd.

Motif batik ini memadukan unsur tanaman Suru, Reog, dan alat musik tradisional sebagai simbol kekayaan budaya Jetis.

“Batik Suru Kubeng adalah simbol kekayaan budaya daerah Jetis. Kami ingin siswa tidak hanya mengenal sejarah dari buku, tapi juga melestarikannya melalui karya nyata,” ungkapnya.

Menariknya, dalam momen spesial itu, Ahmad Manan menyampaikan sambutan dalam tiga bahasa sekaligus: Inggris, Jawa, dan Indonesia.

“Penggunaan bahasa Inggris ini adalah penegasan. Tahun ini kami menerima amanah dari Dinas Pendidikan untuk menyelenggarakan International Class Program (ICP). Namun, meski melangkah ke panggung dunia, kaki kami tetap berpijak pada akar budaya lokal,” tegas Ahmad Manan.

Menandai peluncuran batik khas itu ditampilkan pula Modernizing Heritage: Suru Kubeng Fashion Show yang memesona.

Istimewanya, sebagai kado ulang tahun, dua buku karya literasi sang kepala sekolah Ahmad Manan, S.Pd, M.Pd berjudul Jejak Dedikasi dan Inovasi serta Membangun Kelas yang Aktif resmi diluncurkan.

Kemeriahan semakin memuncak saat lapangan sekolah “digetarkan” Festival Reyog Antar Kelas (FRAK) yang spektakuler.

SMPN 1 Jetis mencatatkan diri sebagai satu-satunya sekolah di Ponorogo yang mampu menggelar festival Reog secara mandiri dengan keterlibatan seluruh kelas.

Inovasi ini mendapat standing applause dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Bambang Suhendro, yang hadir mewakili Plt. Bupati Ponorogo.

Menurutnya, apa yang dilakukan SMPN 1 Jetis adalah langkah konkret menjaga predikat Ponorogo sebagai bagian dari UNESCO Creative Cities Network (UCCN).

“Saat Reog sudah diakui dunia melalui ICH UNESCO, peran sekolah seperti ini sangat krusial. Saya berharap Festival Reog Antar Kelas ini bisa menular ke sekolah-sekolah lain di Ponorogo,” puji Bambang.

Rangkaian Sintesis 8 (Sport, Science, Technology, Art, and Islam) sendiri berlangsung maraton sejak 12 Januari lalu.

Dibuka dengan pertandingan Bola Voli, workshop robotika, Teknologi Tepat Guna (TTG), PRAZAIS COMPETITION 2026, Kompetisi Robotika, Poster, dan Speech.

Dilanjutkan Puisi, Tari, MHQ, Rangkaian Olimpiade Akademik (Matematika, IPA, IPS) serta MTQ, Solo Vocal, Tembang Mocopat dan Pantomim.

Sebagai wujud kepedulian sosial, sekolah juga menyerahkan bantuan baksos secara simbolis kepada Kepala Desa Turi dan Desa Josari.

Dengan usia hampir setengah abad, SMPN 1 Jetis kian mantap menatap masa depan.

Menjadi sekolah yang menguasai teknologi dan berkelas internasional, namun tetap menjadi garda terdepan dalam merawat warisan leluhur. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here