KOTA, Media Ponorogo – Ada yang menarik dari aksi damai yang digelar paguyuban reyog dump truck di seputaran gedung DPRD Kabupaten Ponorogo, Kamis 15 Januari 2026.
Di antara ratusan dump truck yang berderet rapi di Alun-Alun Ponorogo terpampang berbagai spanduk yang berisi keluh kesah atas penutupan tambang pasir.
Tampak spanduk merah-kuning berisi tulisan-tulisan lugas bahkan sarat dengan satire, yang membentang di setiap bak truk.
Tuntutan utama mereka adalah membuka kembali aktivitas tambang pasir dan mendapatkan kepastian hukum serta ekonomi yang jelas.
Para sopir mengaku, kondisi ini telah berdampak langsung pada kehidupan keluarga mereka.
“Orasi Soper Pengin Kerjo, Anak Bojo Luwe, Sing Bujang Bingung Dewe,” demikian salah satu tulisan yang paling mencolok di truk sisi paling kiri, menggunakan bahasa Jawa yang lugas.
Di bawahnya tertulis pesan yang menyentil, “Iki nek tambang ora ndang dibukak, aku karo cah-cah budal golek batu giok kaisar naga karo gingseng 1000 tahun lo Pak!” – sebuah sindiran pedas.
Seperti mengisyaratkan bahwa jika pekerjaan legal tak dapat diakses, mereka seolah dipaksa mencari jalan yang mustahil hanya untuk menyambung hidup.
“Nek Tambang Kok Tutup, Mas2 Sopir, Bojone Arep Diwei Mangan Opo” juga terpampang jelas, menegaskan bahwa aksi ini bukan terkait kepentingan politik, melainkan urusan dasar kehidupan.
Realitas pahit ini juga diangkat dalam tulisan di truk biru yang menyasar tren di platform TikTok.
Selama ini, profesi sopir dump truck sering dicitrakan sebagai “calon bojo idaman” karena dianggap memiliki penghasilan mapan.
Namun kenyataan di lapangan jauh berbeda, seperti yang tertulis pada spanduk: “Lekas Arep Dadi Bojo Idaman Ae Malah Tambang Kok Tutup. Fyp TikTok isine bodo golek bojo sopir, ojo ritak mbak…! Iki sak mene mbane pengangguran kabeh.”
Mereka menyampaikan bahwa bukan janji manis atau konten yang viral yang mereka butuhkan, melainkan kepastian kapan mesin-mesin truk mereka bisa kembali beroperasi.
Bagi mereka, bak truk bukan sekadar wadah untuk mengangkut material, melainkan tumpuan harapan untuk menyambung hidup keluarga di rumah. (mas)















































