Home Headline Reog Simo Mbaurekso MTsN 6 Ponorogo Spektakuler di Kanwil Jatim, Muhadi Juara...

Reog Simo Mbaurekso MTsN 6 Ponorogo Spektakuler di Kanwil Jatim, Muhadi Juara 1 Kepala Madrasah Inspiratif: Kado Emas HAB Kemenag Ke-80

0
Simo Mbaurekso group reog MTsN 6 Ponorogo tampil menarik dan islami dalam resepsi peringatan HAB Kemenag Ke-80 di Kanwil) Jatim.
Simo Mbaurekso group reog MTsN 6 Ponorogo tampil menarik dan islami dalam resepsi peringatan HAB Kemenag Ke-80 di Kanwil Jatim.

SAMPUNG, Media Ponorogo – Prestasi berlipat ganda dan luar biasa ditorehkan keluarga besar MTsN 6 Ponorogo di momen spesial peringatan Ke-80 Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI.

Betapa tidak, Simo Mbaurekso group reog MTsN 6 Ponorogo dipercaya tampil dalam peringatan HAB Kemenag di Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Timur di Surabaya, Sabtu 3 Januari 2026.

Muhadi, M.Pd.Kepala MTsN 6 Ponorogo terima penghargaan Juara 1 Kepala Madrasah Inspiratif dari Dr. H. Moh. Nurul Huda, M.Pd pada peringatan HAB Kemenag.

Tak kalah membanggakan, Muhadi, M.Pd selaku Kepala MTsN 6 Ponorogo menerima penghargaan sebagai Juara 1 Kepala Madrasah Inspiratif di puncak peringatan HAB Kemenag di Kabupaten Ponorogo.

Melengkapi capaian ini, Unun Nafiah – guru IPA MTsN 6 Ponorogo – mendapatkan juara Guru Inspiratif Terbaik 3 jenjang MTs.

“Prestasi ini menjadi kado terindah di penghujung tahun, baik bagi saya maupun seluruh keluarga besar MTsN 6 Ponorogo,” ucap Muhadi, M.Pd Kepala MTsN 6 Ponorogo.

Muhadi mengaku bangga Reyog MTsN 6 Ponorogo mendapat kepercayaan untuk menampilkan seni budaya tradisional dalam resepsi HAB yang disaksikan langsung Dr. Akhmad Sruji Bahtiar, M.Pd.I. Kepala Kakanwil Kemenag Jatim.

Menurutnya, kepercayaan mewakili Kemenag Ponorogo ini menjadi bukti kemampuan Simo Mbaurekso yang telah menunjukkan kualitasnya pada Festival Reyog Remaja 2025.

“Kita bangga karena dipandang layak dan mampu mewakili Kemenag Ponorogo. Ini juga bukti bahwa tim reyog MTsN 6 Ponorogo patut diacungi jempol, serta apresiasi atas kerja keras siswa selama ini,” ujarnya.

Muhadi menerangkan, dalam menghadapi acara bergengsi ini, tim reyog melakukan persiapan matang dengan empat kali latihan intensif.

Madrasah juga menggandeng Kawulo Bantarangin (Kaba) untuk menyempurnakan gerakan tarian dan make up para penari.

Total 30 orang yang berangkat ke Surabaya, terdiri dari 20 siswa murni MTsN 6 Ponorogo, pendamping guru dan staf, serta tiga pelatih dari Kaba.

“Kualitas tampilan kami dipercaya karena banyak siswa yang merupakan jebolan dan berlatih di sanggar khusus KABA,” jelas Muhadi.

Menurutnya, kesempatan emas ini belum tentu didapatkan madrasah lain. Terutama karena MTsN 6 Ponorogo berperan sebagai shohibul bait (tuan rumah) kawasan Monumen Reyog Ponorogo tertinggi dan terbesar di daerah.

“Alhamdulilah kami sukses menyuguhkan tarian reyog yang lengkap dengan cerita sejarah tauladan daerah Bogem dan Bantarangin, dikemas menarik namun tetap bernuansa Islami,” sebutnya.

Tak hanya dari bidang seni budaya, prestasi juga menggema dari sisi pengelolaan dan pengajaran.

Muhadi mengaku bersyukur bersyukur atas pencapaian Juara 1 Kepala Madrasah Inspiratif tingkat Kabupaten Ponorogo pada puncak peringatan HAB.

Penghargaan sebagai Kepala Madrasah Inspiratif diraihnya melalui best practice bernama PODIUM (Penguatan kOmitmen menDidik prestasI Unggul dan berMutu), yang telah melahirkan banyak siswa berprestasi.

Seleksi yang diikuti oleh peserta dari jenjang RA, MI, MTs, hingga MA se-Kabupaten Ponorogo tersebut melalui tahapan administrasi, portofolio, hingga presentasi Karya Tulis Ilmiah (KTI)/best practice.

“Saya memiliki motivasi untuk keluar dari zona nyaman dengan berinovasi dan berpikir kreatif dalam mengelola madrasah. Tujuannya agar siswa juga memiliki kemampuan berpikir dan kreativitas yang unggul,” tegasnya.

Muhadi berharap pencapaian ini dapat menginspirasi semua pihak untuk terus memajukan layanan pendidikan di madrasah.

“Ini bukan akhir dari segalanya, masih banyak tantangan dan harapan yang harus kita wujudkan. Kami akan terus berusaha lebih baik dalam melayani peserta didik dan mengelola madrasah,” tandasnya.

Terhadap ekstrakurikuler reyog, ia mendorong agar terus dilakukan latihan rutin, pengembangan ide kreatif, serta pembenahan kualitas.

“Kita juga mempersiapkan sumber daya manusia untuk mendukung pariwisata Ponorogo yang terus berkembang,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here