JENANGAN, Media Ponorogo – SMKN 1 Jenangan, Ponorogo, kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional.
Dalam ajang bergengsi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Nasional 2025 di Bogor, lima siswa perwakilan Jawa Timur dari sekolah ini berhasil menyabet tiga medali emas.
Hebatnya, SMKN 1 Jenangan sekaligus menjadi penyumbang medali emas terbanyak untuk kontingen Jatim.
Atas kontribusi luar biasa ini SMKN 1 Jenangan punya andil besar atas prestasi Provinsi Jawa Timur yang meraih hattrick juara umum LKS SMK Dikmen Tingkat Nasional. Rinciannya, 20 emas, 6 perak dan 2 perunggu, dengan total 37 medali.
Prestasi gemilang ini tak hanya mengharumkan nama sekolah, namun juga Kabupaten Ponorogo dan Jawa Timur di tingkat nasional.
Kegembiraan terpancar dari wajah Kepala SMKN 1 Jenangan, Farida Hanim Handayani, S.Pd., M.Pd.
“Ini adalah prestasi yang luar biasa, bukan hanya bagi sekolah, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Jawa Timur,” ujarnya penuh haru pada Jumat (1/8/2025).
“Kami sangat bangga atas kerja keras dan dedikasi para siswa dan guru pembimbing.”
Tiga medali emas tersebut diraih pada cabang lomba yang berbeda:
Pertama, Motorcycle Repair and Maintenance: Akrim Puji Santoso.
Keberhasilan Akrim tak hanya membanggakan, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang cerah.
Ia berhasil mendapatkan beasiswa penuh senilai Rp 385 juta dari PT Astra untuk pendidikan dan pelatihan lanjutan selama tiga tahun.
Sebuah bukti nyata bahwa kompetensi vokasi bernilai tinggi dan membuka peluang emas bagi generasi muda.
Kedua, Bricklaying: Michael Kevin Gilang Kristi.
Ketelitian dan keterampilannya dalam menata batu bata berhasil mengantarkannya meraih medali emas, mengharumkan nama SMKN 1 Jenangan di kancah nasional.
Ketiga, Mechatronics: Aditya Naufaldhi Setia Maulana dan Muhammad Alfarizal.
Kerja sama tim yang solid dan penguasaan teknologi mekatronika yang mumpuni membawa pasangan ini meraih prestasi tertinggi.
Namun, kisah sukses SMKN 1 Jenangan tak hanya berhenti pada tiga medali emas.
Lutfia Meisya Carista, satu-satunya peserta perempuan dalam tim, juga menunjukkan kehebatannya.
Bersaing dengan 24 peserta pria di cabang Wall and Floor Tiling, ia berhasil meraih peringkat keempat nasional.
Prestasi ini menunjukkan bahwa perempuan juga mampu bersaing dan unggul di bidang yang selama ini didominasi laki-laki.
“Lutfia adalah inspirasi bagi kita semua,” tambah Ibu Farida.
Kesuksesan ini, menurut Ibu Farida, bukanlah hasil instan. Proses panjang pembinaan sejak dini, kerja keras para guru pembimbing, dukungan orang tua, dan semangat pantang menyerah para siswa menjadi kunci keberhasilan ini.
Ia berharap, seleksi peserta LKS ke depannya dapat dimulai sejak kelas X, dengan fokus pada pembinaan mental, kedisiplinan, dan pengembangan karakter positif.
“Kemenangan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang. Jangan cepat puas, teruslah belajar dan berkembang,” pesan Ibu Farida kepada para siswanya.
Bagi yang belum berhasil, ia memberikan semangat, “Gagal hari ini hanyalah kesuksesan yang tertunda.”
Dengan torehan prestasi emas ini, SMKN 1 Jenangan (STMJ) membuktikan bahwa pendidikan vokasi bukan sekadar alternatif, tetapi jalan utama menuju prestasi dan kesuksesan.
STMJ menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan vokasi dapat mencetak generasi muda yang handal dan kompetitif di tingkat nasional, bahkan internasional. (mas)