SAWOO, Media Ponorogo – SMKN 1 Sawoo di bawah nakhoda Yayuk Sri Rahayu Wahyuningsih, S.Pd., M.Pd., mendapatkan kepercayaan publik yang meningkat pesat.
Hal ini dibuktikan dengan jumlah siswa baru yang mencapai 422 siswa pada tahun ajaran 2025/2026.
Tersebar di 5 jurusan, terdiri dari 5 rombel Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), 3 rombel Teknik Komputer & Jaringan (TKJ), 2 rombel Kuliner serta masing-masing 1 rombel Desain Permodelan & Informasi Bangunan (DPIB) maupun Teknik Konstruksi & Perumahan (TKP).

Sebuah peningkatan luar biasa yang membawa total jumlah siswa menjadi 1106 atau naik 38 persen.
“Saya hadir di SMKN 1 Sawoo pada 12 Oktober 2023 dengan jumlah total 799 siswa. Alhamdulillah sekarang tahun ajaran baru 2025/2026 sudah mencapai 1106 siswa. Jadi ada kenaikan 38 persen,” ungkap Yayuk Sri Rahayu Wahyuningsih, S.Pd, M.Pd.
Keberhasilan ini, menurutnya, merupakan buah dari kolaborasi, gotong royong, dan komitmen peningkatan mutu di seluruh aspek sekolah.
Peningkatan ini juga mencerminkan keberhasilan SMKN 1 Sawoo dalam membangun reputasi sebagai lembaga pendidikan vokasi yang unggul.

Sebab, di tangan Yayuk Sri Rahayu Wahyuningsih pula SMKN 1 Sawoo telah ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) dan sekolah sehat oleh Kemendikbudristek.
Sementara itu, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai Senin, 14 Juli 2025, menjadi momentum penting bagi siswa baru SMKN 1 Sawoo.
Pembukaan MPLS yang hikmat dan meriah ditandai dengan penyematan tanda peserta dan penampilan seni reog dan tari jatil yang kreatif.
Selama lima hari, 14-19 Juli 2025, siswa baru mengikuti kegiatan MPLS dengan tema pencegahan judi online, sesuai dengan program Jawa Timur untuk melindungi anak muda dari bahaya judi online.

Sekolah melibatkan narasumber dari berbagai instansi, termasuk Puskesmas (mengenai narkoba), Polsek Sawoo, dan Koramil Sawoo (mengenai judi online), untuk memberikan edukasi yang komprehensif.
Selain itu, program ketarunaan diikuti oleh 320 siswa kelas XI untuk meningkatkan kedisiplinan dan membentuk karakter.
Sedangkan siswa kelas XII telah memulai program prakerin sejak bulan Juni 2025.
Yayuk menerangkan, MPLS juga menjadi ajang pengenalan kegiatan ekstrakurikuler, di mana SMKN 1 Sawoo telah berhasil mencetak prestasi gemilang.
Salah satu tim ekstrakurikuler fotografi berhasil menjadi satu-satunya SMK dari Ponorogo yang lolos ke tingkat Jawa Timur dalam ajang FLS3N, mengalahkan pesaingnya.
MenariknhaPuncak acara MPLS nantinya bakal menampilkan karya kreatif siswa. Yakni dengan menunjukkan bakat dan potensi mereka yang telah diasah sejak hari pertama.
“Pokoknya suasana MPLS dirancang happy, bebas tekanan, dan jauh dari perundungan, sejalan dengan komitmen sekolah untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif dan mendukung,” tegasnya.
Dengan berbagai prestasi dan komitmennya, SMKN 1 Sawoo di bawah kepemimpinan Ibu Yayuk terus memantapkan posisinya sebagai sekolah yang dipercaya masyarakat. (mas)