Home Headline Bergerak Bersama Cegah Banjir dan Krisis Air: SMKN 1 Ponorogo Tanam Biopori...

Bergerak Bersama Cegah Banjir dan Krisis Air: SMKN 1 Ponorogo Tanam Biopori Massal

0

KOTA, Media Ponorogo – SMKN 1 Ponorogo, di bawah kepemimpinan Kepala Sekolah Katenan, S.Pd., M.M.Pd., terus menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan.

Buktinya, sekolah yang berlokasi di jantung Kota Reog ini mengadakan dua kegiatan besar dalam satu hari: edukasi konservasi air dan penanaman biopori, serta workshop implementasi pendidikan lingkungan hidup terintegrasi.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (8/7/2025) ini merupakan aksi nyata sekolah dalam mewujudkan visi sebagai sekolah peduli lingkungan.

Ratusan siswa-siswi SMKN 1 Ponorogo, terutama anggota tim Adiwiyata, antusias mengikuti edukasi konservasi air dan penanaman biopori bertajuk “Bergerak Bersama Cegah Banjir dan Krisis Air dengan Biopori”.

Kegiatan ini tak hanya sekedar teori, tetapi juga diwujudkan dengan penanaman simbolis 11 titik biopori di halaman sekolah.

Kepala Sekolah Katenan menegaskan, “Setiap lubang biopori adalah investasi berharga untuk masa depan. Langkah kecil ini memiliki dampak besar bagi bumi kita.”

Kerja sama dengan Yayasan Menabung Air Foundation dan Maesa Group menjadi kunci keberhasilan kegiatan ini.

“Kegiatan ini kami ilhami dari gerakan maesa grup yang sudah bekerjasama dengan Pemkab Ponorogo, insya Allah Bupati Sugiri sudah membuka dan meresmikan pada tempo lalu,” ungkapnya.

Katenan menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan CSR berupa alat biopori yang diberikan.

Ia juga menyampaikan apresiasinya kepada komite sekolah dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

“Saya menerima amanah untuk terus memajukan SMKN 1 Ponorogo menjadi lebih baik,” tambahnya.

Workshop sehari yang menghadirkan pemateri dari Jejaring Adiwiyata Jawa Timur melengkapi rangkaian kegiatan ini.

Workshop ini bertujuan untuk mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran di sekolah.

Andi Widodo, perwakilan dari Yayasan Menabung Air (Maesa Group), mengungkapkan visi besar yayasannya yang telah menginisiasi ribuan biopori di Jawa Timur sejak 2017.

Targetnya, mencapai 5.000 biopori di Jawa Timur 2025 dan satu juta biopori di tingkat nasional pada tahun 2026.

“Kami selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan siapa pun yang peduli lingkungan. Biopori bukan sekadar lubang, tetapi harapan untuk generasi mendatang agar terhindar dari krisis air,” tegas Andi.

Kehadiran Ir. Bambang Suhendro, MM, Asisten 1 Bupati Ponorogo dan Ketua Gugus Penghijauan, semakin memberikan warna pada kegiatan ini.

Bambang secara resmi membuka kegiatan dengan membaca basmalah.

Ia memberikan apresiasi yang tinggi kepada SMKN 1 Ponorogo dan Maesa Group atas dedikasi mereka dalam pelestarian lingkungan.

“Cinta lingkungan harus menjadi kebiasaan. Saya berharap kegiatan ini berkelanjutan agar Ponorogo tetap hijau, bebas banjir, dan terhindar dari krisis air,” ujar Bambang.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, sekolah, dan masyarakat dalam mengatasi masalah lingkungan.

Bambang juga menjelaskan biopori adatnya orang perkotaan. Adapun di daerah perbukitan dinamakan penghijauan.

“Di kota memang perlu banyak biopori. Walau lubang Kecil tapi dampaknya luar biasanya. Walau kecil kali tapi banyak akan memberi warna baru di kehidupan masa depan,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here