PONOROGO, (MP) – Terobosan baru dan sejarah baru dicatatkan SMAN 2 Ponorogo. SMA Favorit yang dipimpin Dra. Lilik Hermiwi, M.Pd makin bermutu dengan program go internasionalnya.
Hal ini seiring dengan berhasil ditandatanganinya kesepakatan bersama (MoU) antara SMAN 2 Ponorogo dengan Kwongco School di Thailand beberapa waktu lalu.
Penandatangan MOU ini dilakukan langsung oleh Ernin Naurinnisa, M.Pd Waka Kurikulum SMAN 2 dan Hendri Indrawardana, M.Sc. sekretaris komite disaksikan oleh Sugeng Hariadi, S.Pd. waka kesiswaan SMAN 2 serta 19 siswa SMAN 2 Ponorogo.
Hebatnya, melalui kerjasama ini nantinya, SMAN 2 Ponorogo bisa melakukan pertukaran pelajar atau student exchange ke Thailand.
Sugeng Hariadi, S.Pd Waka Kesiswaan SMAN 2 Ponorogo menerangkan, bahwa sekolahnya memang berinisiasi melakukan pertukaran pelajar.
Untuk mewujudkan itu, pihaknya menggandeng SEAMEO yang merupakan asosiasi Kementetian pendidikan dan Kebudayaan negara-negara di Asia Tenggara dengan Direktur Dr. Gatot Hadi Priyo Wiryanto.
Oleh Direktur SEAMEO, rombongan SMAN 2 Ponorogo dirujuk ke sebuah sekolah di Thailand yang bernama Kwongco School. Sekolah ini merupakan sekolah internasional terbaik di Bangkok dengan gurunya yang berasal dari berbagai negara.
Luar biasanya, keluarga besar Kwongco School langsung menerima dan meneken MoU SMAN 2 Ponorogo.
“Alhamdulillah kami berhasil. Setelah melalui pendekatan, langsung dilakukan mou. Artinya tidak ada tawar menawar,” sebutnya.
Hariadi mengaku bangga sekaligus bersyukur inisiasinya malah berbuah MoU. “Ini tentu saja diluar ekspektasi kami. Awalnya baru inisiasi pertukaran pelajar tapi hasilnya langsung bisa menjalin MoU,” sebutnya.
Dengan MoU, lanjutnya, sudah disepakati untuk melakukan student exchange ke Thailand. “Insyallah dalam waktu dekat sekitar bulan Pebruari 2019 sudah bisa melakukan kegiatan student exchange dengan Thailand,” ungkapnya.
Disamping itu, SMAN 2 Ponorogo mendapatkan fasilitas dari SEAMEO. Diantaranya, bisa mengikuti online workshop berikut lomba yang diadakan oleh SEAMEO.
“Pak Gatot memberi dukungan dan peluang kepada SMADA untuk berperan aktif di SEAMEO,” sebutnya.
Bahkan SEAMEO membuka pintu lebar bagi siswa maupun guru SMADA yang ingin magang. “Seandainya siswa dan guru mau magang maka SEAMEO siap menerima,” sebutnya.
“SEAMEO memang lembaga yang menggali anak yang berprestasi. Katakanlah siswa yang mempunyai prestasi akan mendapat beasiswa,” sebutnya.
Hariadi mencontohkan, salah satu pengajar di SEAMEO yang bernama Nanang asal Manado. Meski berasal dari keluarga tidak mampu namun dengan prestasinya bisa menjadi pemenang dan mendapat beasiswa dari SEAMEO.
“Kini ia sudah lulus beasiswa S3 di Rusia dan menjadi pengajar di SEAMEO. Kami ingin anak-anak SMA 2 PONOROGO juga bisa sukses baik di dalam negeri maupun luar negeri seperti itu,” pungkasnya. (sri)