PONOROGO – Peringatan Hari Pahlawan, Rabu (10/11/2021) yang digelar SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo berlangsung hikmat dan sakral.
Karena dalam kegiatan yang digelar di halaman SMA Muhipo tersebut selain apel seremonial juga di gelar aksi parade pejuang kemerdekaan.
Ketika awal apel, siswa dan guru karyawan SMA Muhipo yang memakai ikat kepala merah putih ikut terhanyut merasakan suasana haru ketika diputarkan lagu gugur bunga.
Sejurus kemudian, siswa juga menyaksikan pertunjukan parade pejuang kemerdekaan yang ditampilkan siswa tiap kelas SMA Muhipo.
Salah satu yang menjadi pusat perhatian adalah adanya Panglima Besar Jenderal Sudirman pada masa perang kemerdekaan, yang diperankan siswa kelas 12 IPS 4 SMA Muhipo.
Apalagi, peran yang dibawakan 5 pelajar tersebut sangat baik dan terkesan menjiwai. Pemeran Jenderal Sudirman pun juga beradegan layaknya sang jenderal yang tengah sakit parah, namun tetap memimpin prajurit dalam perang gerilya hingga akhir hayat.
Aqifala siswa kelas 12 IPS 4 mengatakan, kelasnya terinspirasi memilih menampilkan sosok Jenderal Sudirman karena takjub dengan strategi perang gerilyanya.
“Saya terkesima dengan perang gerilya sebagai strategi perang terbaik di dunia dalam upaya melawan penjajah,” ungkapnya.
Dalam parade itu, ada lima siswa yang berperan. Satu siswa berperan sebagai sosok Sudirman dan empat lainnya sebagai pengusung tandu.
Ia berharap, dengan tampilan sosok pahlawan yang fenomenal itu bisa membangkitkan semangat juang teman sejawatnya. Utamanya semangat dalam menuntut ilmu dalam kondisi apapun.
“Pelajar SMA Muhipo harus tetap semangat dalam belajar meskipun dalam kondisi pandemi yang penting taat prokes. Semoga pandemi segera berakhir dan kita semua bisa beraktifitas normal kembali,” harapnya.
Tak hanya membangkitkan semangat pahlawan kemerdekaan, SMA Muhipo juga menghadirkan para pejuang masa kini yang rela memberikan jiwa raganya demi keutuhan negara kesatuan republik indonesia.
Dalam kesempatan itu, SMA Muhipo menghadirkan Sersan Satu Vandik dan Sersan Kepala Purwoko dari Koramil Kota.
Sertu Vandik merupakan salah satu TNI yang sempat bertugas menjaga kedaulatan NKRI baik dari serangan negara luar maupun dalam negeri.
Prajurit yang baru berusia 31 tahun ini sudah empat kali bertugas melakukan operasi keamanan. Salah satunya bertugas di Papua yang sempak kontak tembak dengan OPM.
Sedangkan Sersan Purwoko menceritakan bagaimana perjuangannya dalam tugas mendapatkan informasi penting saat peristiwa lepasnya Timor Timur yang kini menjadi negara sendiri Timor Leste.
Menurutnya, pahlawan kemerdekaan telah berjuang meraih kemenangan melawan penjajah. Sedangkan pahlawan era 90an mempertahakan setiap jengkal tanah NKRI.
Maka, menurutnya, tugas dari pelajar saat ini adalah terus belajar dengan giat dan disiplin. “Karena NKRI saat ini membutuhkan kalian yang masih muda dan punya pikiran yang fresh. Tetap semangat jangan kendor dan selalu bersedia berjuang untuk NKRI yang kita cintai,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Drs. Bambang Supriyadi, M.Pd menegaskan, SMA Muhipo mempunyai komitmen tinggi dalam memperingati hari pahlawan yang telah berjuang meraih kemerdekaan.
“Penting memperingati hari pahlawan bagi siswa-siswi SMA Muhipo untuk meneladani yang dilakukan dalam pejuang.
Mereka berjuang tanpa pamprih. Adapun pamprihnya hanya satu agar NKRI tidak terbelenggu penjajahan. Maka tugas pelajar saat ini adalah harus semangat belajar dalam mengisi kemerdekaan,” pungkasnya. (mas)


















































