BABADAN, Media Ponorogo – Menjelang pelaksanaan Ujian Madrasah, MTsN 3 Ponorogo menyelenggarakan kegiatan istighotsah dan doa bersama pada Kamis malam Jumat, 9 April 2026.
Kegiatan ini menjadi momentum krusial untuk mempererat sinergi antara pihak madrasah dengan orang tua dalam mengawal kesuksesan para siswa kelas 9.
Bertempat di masjid madrasah, rangkaian acara dimulai dengan salat Magrib berjemaah, dilanjutkan dengan salat sunah ba’diyah, salat Taubat, serta salat Hajat.
Seluruh jemaah yang hadir tampak khusyuk melantunkan aurad, wirid, tahlil, dan doa bersama yang dipimpin oleh Kiai Ali Mashudi, pimpinan Pondok Pesantren Mahad Al-Aly, Desa Polorejo.
Kegiatan ini melibatkan 178 wali murid kelas 9. Sebelumnya, pada hari Rabu, para siswa juga telah melaksanakan istighotsah dan salat Dhuha berjemaah sebagai persiapan batin sebelum menempuh Tes Kompetensi Akademik (TKA).
Kepala MTsN 3 Ponorogo, Nyamiran, S.Pd, M.Pd.I., dalam tausiyahnya menekankan bahwa keberhasilan seorang anak merupakan buah dari kerja sama yang harmonis antara sekolah dan rumah.
“Sinergisitas antara madrasah dan orang tua sangat penting untuk meneguhkan niat anak agar tetap tenang menghadapi ujian. Kita ingin ilmu yang mereka peroleh tidak hanya banyak, tetapi juga barokah bagi masa depan mereka,” ujar Nyamiran.
Selain itu, beliau juga mengajak para wali murid untuk memperkuat pengawalan terhadap tingkah laku anak selama di rumah.
“Orang tua diharapkan terus memantau perkembangan tingkah laku anak saat berada di rumah agar selaras dengan nilai-nilai yang diajarkan di madrasah,” ujarnya.
Nyamiran juga memaparkan visi besar bagi para lulusan MTsN 3 Ponorogo. Ia berharap para siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual.
“Harapan kami, anak-anak memiliki otak seperti orang Jerman atau Amerika, namun hatinya tetap membumi dan berkarakter Makkah. Mereka harus menjadi ahli zikir sekaligus ahli pikir,” tegasnya.
Nyamiran menambahkan bahwa tujuan akhir dari pendidikan di MTsN 3 Ponorogo adalah agar siswa “lulus dalam kehidupan”.
Hal ini didasari keprihatinan bahwa banyak orang yang sukses secara administratif di dunia pendidikan, namun gagal saat menghadapi realita kehidupan yang sebenarnya.
Persiapan Akademik yang Matang
Meski penguatan spiritual menjadi fokus utama dalam acara ini, pihak madrasah tetap memastikan persiapan akademik berjalan maksimal.
Seluruh siswa kelas 9 telah mengikuti bimbingan khusus, penambahan materi intensif, hingga latihan bedah soal atau try out.
Dengan perpaduan usaha lahiriah dan batiniah ini, MTsN 3 Ponorogo optimis para siswa siap menghadapi ujian dengan tenang dan percaya diri. (mas)















































