Ruskamto, S.Pd, M.Pd Ingatkan Filosofi ‘Mapah Gedhang’
KOTA, Media Ponorogo – Estafet kepemimpinan di SMK PGRI 1 Ponorogo resmi bergulir. Bahari Pujianto, S.Si secara sah ditetapkan sebagai Kepala Sekolah yang baru, menggantikan mendiang Drs. H. Djemito, M.Pd.I.
Hal ini seiring turunnya SK dari Pengurus Besar (PB) PGRI yang diserahkan langsung oleh Ketua YPLP PGRI Kabupaten Ponorogo Dr. Sutejo, M.Hum, Senin 6 April 2026 didampingi Ketua PGRI Kabupaten Ponorogo Ruskamto, S.Pd, M.Pd.
Ketua PGRI Kabupaten Ponorogo, Ruskamto, S.Pd, M.Pd., menjelaskan bahwa proses penetapan ini sebenarnya bukan hal yang mendadak.
Menurutnya, administrasi pergantian kepala sekolah sudah berjalan sejak November hingga Desember tahun lalu.
Pun, SK penetapan dari pusat sebenarnya sudah ada sejak per tanggal 1 Februari, sebelum almarhum Pak Djemito wafat.
“Penyerahan SK sempat tertunda karena rencana awal akan dilakukan bersamaan dengan kepala sekolah lain di bawah naungan YPLP PGRI,” ungkapnya.
Namun, wafatnya Drs H Djemito membuat agenda tersebut baru bisa terealisasi hari ini.
“Penyerahan dilakukan segera agar tidak terjadi status quo dan roda organisasi sekolah tetap berjalan normal,” ungkapnya.
Ruskamto menegaskan, proses pergantian kepala SMK PGRI 1 Ponorogo telah melalui mekanisme organisasi yang ketat.
Dari dua nama yang diusulkan oleh YPLP Kabupaten ke tingkat Provinsi dan Pusat, Bahari dinilai telah memenuhi syarat sesuai AD/ART.
Salah satu syarat utama adalah pengalaman menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek).
Ruskamto menegaskan, Bahari sosok kepala sekolah baru yang masih tergolong muda dituntut memiliki kemampuan komunikasi internal yang solid agar transisi berjalan kondusif.
Dalam arahannya, Ruskamto menekankan filosofi kepemimpinan Jawa “Mapah Gedhang” sebagai pedoman bagi Bahari Pujianto.
“Kepala sekolah itu harus bisa mapah gedhang. Artinya, harus seimbang dalam menjaga hubungan hierarki ke atas (YPLP Provinsi dan Pusat) serta mengayomi bapak/ibu guru, karyawan, dan siswa di bawahnya,” tegas Ruskamto.
Ruskamto mengakui bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini sangat berat, terutama dalam perolehan siswa baru.
Ia memuji fondasi yang diletakkan almarhum Pak Djemito yang berhasil menjaga SMK PGRI 1 tetap eksis di tengah banyak sekolah lain yang kesulitan murid.
“Harapan kami, dengan pimpinan yang baru dan energik, SMK PGRI 1 tetap menjadi rujukan utama bagi lulusan SMP maupun MTs di Ponorogo. Keberlangsungan lembaga ini adalah prioritas, karena menyangkut nasib dan kesejahteraan banyak guru serta staf di dalamnya,” tutupnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ruskamto juga meluruskan mengenai tata kelola jabatan di lingkungan PGRI.
Sesuai dengan AD/ART, jabatan Ketua PGRI secara otomatis (ex-officio) menjabat sebagai Ketua Pembina YPLP di tingkatannya.
Demikian juga Ketua dan Sekretaris PGRI melekat sebagai Pembina YPLP di tingkat kabupaten, provinsi, hingga pusat.
“Kehadiran fisik pimpinan ke sekolah-sekolah bertujuan untuk memperkuat solidaritas dan memastikan komunikasi dua arah antara yayasan dan tenaga pendidik,” pungkasnya. (mas)













































