KOTA, Media Ponorogo – Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan kebudayaan di Bumi Reog.
Kepala SMK PGRI 1 Ponorogo, Drs. H. Djemito, M.Pd.I, dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 30 Maret 2026, pukul 18.30 WIB.
Kepergian sosok yang dikenal dermawan dan multitalenta ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi guru, siswa, hingga para pegiat seni.
Sosok Pengayom yang Dijuluki “Papi”
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK PGRI 1 Ponorogo, Nanang Brotosuseno, mengonfirmasi kabar duka tersebut.
“Beliau orangnya ramah kepada siapapun. Selalu peduli terhadap lingkungan sekolah maupun lingkungan rumah, sabar dan orangnya dermawan,” ungkap Nanang.
Menurutnya, almarhum adalah sosok pemimpin yang selalu dekat dangan bapak ibu guru dan karyawan.
“Saking dekatnya dengan anak-anak, sampai sekarang siswa-siswi memanggil beliau dengan sebutan ‘Papi’,” kenang Nanang.
Dedikasi H. Djemito di SMK PGRI 1 Ponorogo tergolong sangat panjang.
Beliau mulai mengabdi sebagai pengajar sejak tahun 1990 dan telah dipercaya menjabat sebagai Kepala Sekolah selama 13 tahun terakhir.
Di bawah kepemimpinannya, sekolah tersebut mengalami kemajuan pesat, terutama dalam keterserapan lulusan di industri besar, baik di dalam maupun luar negeri.
“Ki Noyontoko”: Berdakwah Lewat Wayang Kulit
Selain dikenal sebagai pendidik yang progresif, H. Djemito memiliki sisi unik yang jarang dimiliki kepala sekolah lain.
Ia adalah seorang pelestari budaya yang aktif melakoni peran sebagai pendakwah dengan media wayang dengan julukan Ki Noyontoko.
Ia seringkali diundang untuk mengisi pengajian dengan sentuhan seni budaya wayang.
Salah satu momen ikonik adalah saat beliau membawakan lakon “Wahyu Makuto Romo” pada Dies Natalis sekolah yang ke-46.
Melalui wayang, ia menyisipkan pesan-pesan moral dan dakwah yang edukatif namun tetap menghibur.
Upayanya dalam memajukan lembaga pendidikan sekaligus melestarikan karawitan dan tari di lingkungan sekolah bahkan sempat mendapat apresiasi khusus dari Bupati Ponorogo.
Kehilangan Besar bagi Dunia Pendidikan
Duka cita juga mengalir dari rekan sejawat. Ketua MKKS SMK Swasta yang juga Kepala SMK PGRI Somoroto, Deky Susanto, menyebut almarhum sebagai sosok yang sangat baik.
“Beliau orangnya sae (bagus/baik). Kami di keluarga besar MKKS sangat merasa kehilangan,” ujar Deky singkat namun penuh haru.
Kini, sosok yang selalu peduli pada lingkungan baik di sekolah maupun di rumahnya tersebut telah tiada.
Namun, warisan budi pekerti dan semangatnya dalam memadukan modernitas pendidikan dengan akar budaya lokal akan tetap menjadi teladan.
“Semoga kebaikan dan sikap kepribadian beliau selama ini menjadi tauladan bagi kita semua, dan semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” tutup Nanang Brotosuseno. Innalillahi wa innailaihi raji’un. Selamat jalan, Papi Djemito. (mas)














































