
SUKOREJO, Media Ponorogo – Fenomena politik unik ditunjukkan duet kader terbaik Partai NasDem, Sunarto, S.Pd dan Isnani, S.Pd.
Di saat jamaknya politisi bergerak personal, keduanya justru konsisten tampil dalam satu paket yang akrab disapa warga sebagai “Kang ToNi” akronim dari Sunarto & Isnani.
Bagi keduanya, prinsip “Politike Satu Komando” bukan sekadar slogan visual.
Hal itu dibuktikan dengan intensitas kehadiran kedua politisi ini yang selalu kompak bersama saat menyapa warga di Dapil VI Ponorogo.
Prinsip pergerakan Kang ToNi pun tergolong out of the box. Betapa tidak, Sunarto menegaskan bahwa kampanye yang sesungguhnya justru dimulai setelah mereka dilantik sebagai anggota dewan.
Di saat banyak politisi hanya muncul menjelang pemilu, Kang ToNi justru mengencangkan intensitas turun ke bawah saat sudah duduk di kursi parlemen.
“Kampanye itu setelah dilantik. Merawat kepercayaan masyarakat bukan dengan janji saat mau nyoblos, tapi dengan kehadiran fisik setiap hari selama lima tahun menjabat,” tegas Sunarto.
Intensitas turun ke bawah pun tidak main-main. Dalam sehari, duet ini bisa menyisir 5 hingga 10 titik lokasi.
Tak hanya agenda formal kedewanan, mereka memiliki manajemen kehadiran yang rapi di kegiatan sosial warga, mulai dari takziah hingga hajatan (mbecek).
Gerakan Kang ToNi yang dibentuk SuNarto dengan menggandeng Isnani (tim suksesnya) pada Pemilu 2019 pun berbuah luar biasa.
Terbukti mampu menyumbangkan 2 kursi sekaligus mendongkrak perolehan suara partai Nasdem di Ponorogo yang memenangi Pileg dengan 10 kursi.
Bahkan mengantarkan Sunarto menjabat sebagai Ketua DPRD Ponorogo periode 2019–2024.
Ia terpilih menahkhodai etan alun-alun di periode ketiganya menjadi wakil rakyat. Yakni, semenjak terpilih pertama kali menjadi anggota dewan mulai periode 2009-2019 dari Partai Amanat Nasional (PAN).
Kang ToNi pun mampu mempertahankan konstituennya hingga terpilih kembali pada pemilu 2024 hingga sekarang.
Sementara itu, memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, kekompakan ini kembali ditunjukkan melalui aksi sosial.
Sebanyak 2.500 lebih paket sembako didistribusikan kepada jajaran pengurus DPC, DPRt, kader, hingga simpatisan dan kaum dhuafa di wilayah Dapil VI (Sukorejo, Kauman, Sampung).
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk menjaga soliditas simpul penggerak di tingkat desa.
Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, distribusi bantuan ini menjadi cara mereka mengapresiasi loyalitas kader yang selama ini menjaga basis suara.
Melalui tagline “Berbuat Lebih Baik & Bermanfaat”, Sunarto dan Isnani ingin membuktikan bahwa kolaborasi dua figur yang solid mampu memberikan daya tawar lebih kuat di gedung legislatif.
“Kuncinya adalah keterbukaan dan kebersamaan. Jika dikelola secara bersama-sama dalam satu komando, semua tantangan akan terasa lebih ringan,” ungkap Sunarto dalam sebuah diskusi mengenai rahasia loyalitas konstituen mereka yang tetap stabil meski dinamika politik terus berubah.
Dengan bergerak dalam satu tarikan napas pengabdian, Kang ToNi tidak hanya menjaring suara. Tetapi sedang membangun standar baru tentang bagaimana cara merawat kepercayaan rakyat secara berkelanjutan di Ponorogo. (mas)














































