JENANGAN, Media Ponorogo – Langkah nyata ditunjukkan oleh Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Cabang Ponorogo dan Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA) Ponorogo dalam upaya memutus rantai penularan Tuberkulosis (TBC).
Terbukti, kolaborasi apik antara IIDI & Yabhysa Ponorogo ini berhasil merampungkan serta meresmikan hasil bedah rumah bagi Nasrullah, seorang pasien TBC di Jalan Singajaya 3, RT 03 RW 01, Desa Singosaren, Kecamatan Jenangan, Selasa (10/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari komitmen organisasi profesi dan lembada peduli kesehatan dalam mendukung target pemerintah mencapai eliminasi TBC pada tahun 2030.
Aksi sosial ini ditandai dengan penyerahan secara simbolis kunci hasil program bedah rumah kepada Nasrullah oleh Ketua IIDI Cabang Ponorogo.
Kondisi Lingkungan Penentu Kesembuhan
Ketua IIDI Cabang Ponorogo, Erna Dwi Wahyuni Tonny, SE, menegaskan bahwa pemberian bantuan ini didasari oleh urgensi kesehatan lingkungan bagi pasien.
Menurutnya, pengobatan medis yang dijalani pasien tidak akan maksimal jika tidak didukung oleh hunian yang sehat.
“Rumah sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Saudara Nasrullah ini sebenarnya sudah menjalani pengobatan lama, tapi tidak sembuh-sembuh karena kondisi rumahnya yang tidak layak. Kami memutuskan melaksanakan bedah rumah agar standar kesehatan minimal bagi pasien TBC dapat tercapai,” ujar Erna Dwi Wahyuni di sela-sela penyerahan kunci.
Ketua Yayasan Bhanu Yasa Sejahtera (YABHYSA) Peduli TBC cabang Ponorogo Minuk Suhartini Gufron, S.E menambahkan detail mengenai kondisi hunian sebelumnya yang dinilai sangat berisiko bagi keberadaan kuman.
“Kemarin itu rumahnya sangat tidak memenuhi syarat; kumuh, gelap, dan tidak punya akses air bersih. Padahal kuman TB itu hidup subur di tempat yang lembap dan gelap. Dengan dibedah menjadi rumah sehat yang cukup pencahayaan dan sirkulasi udara, kami berharap pasien tidak jatuh sakit lagi karena kuman tidak bisa bertahan hidup di lingkungan seperti ini,” jelas Ny. Gufron.
Gotong Royong dan Donasi Mandiri
Meskipun awalnya direncanakan dengan anggaran Rp 25,8 juta, antusiasme para donatur yang digalang oleh IIDI & Yabhysa membuat total dana yang terserap mencapai Rp45,5 juta.
Peningkatan anggaran hingga hampir 100 persen ini memungkinkan perbaikan menyeluruh, mulai dari atap genteng, instalasi listrik, hingga penyediaan air bersih melalui hibah PDAM.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo, dr. Dyah Ayu Puspitaningarti, yang hadir dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi ini.
Ia menyebut intervensi lingkungan adalah salah satu pilar utama dalam menangani TBC di Ponorogo, mengingat Jawa Timur masih menduduki peringkat tinggi kasus TBC di tingkat nasional.
Harapan Baru bagi Warga
Ketua RT 03, Rudianto, yang mewakili keluarga Nasrullah, mengaku terharu dengan bantuan yang diberikan. Baginya, perubahan rumah ini adalah mukjizat bagi keluarga pasien.
“Kami mewakili warga menghaturkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bantuan ini bukan hanya soal bangunan fisik, tapi harapan baru bagi kesembuhan warga kami. Kami menyaksikan sendiri perubahan luar biasa dari rumah yang semula memprihatinkan kini menjadi rumah yang layak huni,” kata Rudianto.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan langsung kondisi dalam rumah yang kini telah bertransformasi menjadi hunian sehat.
Kegiatan ini sebagai bukti nyata komitmen IIDI dan Yabhysa dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Ponorogo. (mas)













































