KOTA, Media Ponorogo – Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ponorogo kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan para pejuang pendidikan di bawah naungannya.
Melalui agenda rutin Forum Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Ponorogo, PDA menyalurkan sedikitnya 555 paket bingkisan bagi guru dan tenaga kependidikan tanpa terkecuali.
Kegiatan yang berlangsung di gedung dakwah setempat ini menyasar seluruh elemen pendidikan.
Mulai dari guru TK ABA, guru SLB, Pusat Layanan Disabilitas (PLD), hingga pendidik di Aisyiyah Islamic Boarding School (AIBS).
Tidak hanya guru, tenaga administrasi, operator, hingga penjaga sekolah pun turut mendapatkan apresiasi serupa.
Ketua PDA Ponorogo, Hj. Titi Listyorini, S.H., menyampaikan bahwa pemberian bingkisan ini merupakan bentuk rasa terima kasih organisasi atas dedikasi para guru yang telah berjuang mencerdaskan anak bangsa.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan apresiasi kami. Kita memahami banyak guru kita yang statusnya non-sertifikasi dengan honor yang masih terbatas. Selain bantuan rutin bulanan bagi guru dengan gaji di bawah Rp 300.000, bingkisan tahunan ini kami berikan merata tanpa terkecuali,” ujar Hj. Titi Listyorini dalam wawancaranya.
Menurut Bunda Lies, sumber pendanaan kegiatan ini berasal dari Dana Dakwah Rumah Sakit ‘Aisyiyah Ponorogo serta dukungan para donatur yang berkomitmen pada dunia pendidikan.
Berdasarkan data tahun 2026, jumlah penerima menunjukkan tren peningkatan seiring dengan hadirnya lembaga-lembaga baru.
Manfaat dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh para pengajar di lapangan. Dwi Susanti, S.Pd., seorang guru dari TK ‘Aisyiyah 2 Talun, mengaku sangat bersyukur atas perhatian konsisten yang diberikan oleh PDA Ponorogo.
“Alhamdulillah, bingkisan ini sangat bermanfaat bagi kami. Ini bukan yang pertama kali, dan kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut karena sangat memotivasi kami untuk semakin bersemangat mendidik anak-anak di sekolah masing-masing,” ungkap Dwi Susanti dengan antusias.
Melalui kegiatan ini, PDA Ponorogo berharap para guru dapat menjalankan tugasnya dengan hati yang gembira.
“Kami ingin guru-guru merasa gembira. Jika bekerja dengan hati yang gembira dan ikhlas, insya Allah hasilnya akan membekas dan berpengaruh baik kepada murid-murid. Intinya di ‘Aisyiyah itu kita mencari berkah, pahala, dan jalan ke surga. Insya Allah, kalau kita niatkan untuk akhirat, urusan dunia juga akan mengikuti. Walaupun gajinya kecil, insya Allah tetap berkah,” pungkas Hj. Titi Listyorini. (mas)














































