SAMBIT, Media Ponorogo – Cuaca ekstrem dengan intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ponorogo mengakibatkan infrastruktur tanggul di aliran Sungai Sono, Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, mengalami longsor hebat.
Peristiwa ini diperkirakan menimbulkan kerugian material mencapai ratusan juta rupiah.
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh seorang perangkat desa setempat, Sudarmono (39), pada Minggu pagi (22/2/2026). Saat melintas di sekitar lokasi, ia mendapati plengsengan di RT 01 RW 02 Dukuh Sanan sudah dalam kondisi ambrol akibat tidak kuat menahan derasnya arus sungai.
Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran Polsek Sambit bersama pihak terkait langsung turun ke lapangan pada Senin (23/2/2026) pukul 09.00 WIB untuk melakukan inspeksi dan pengecekan.
Berdasarkan hasil pengukuran di lokasi, kerusakan tanggul tercatat cukup signifikan, Panjang Longsor: 26 Meter, Tinggi: 3,5 Meter, Lebar Atas (Top): 35 Centimeter
Etimasi Kerugian: Rp 150.000.000 (Seratus Lima Puluh Juta Rupiah)
Kapolsek Sambit, AKP Baderi, S.H., M.H., mengonfirmasi bahwa kondisi tanggul memang sudah sangat kritis akibat terkikis arus air yang sangat deras.
“Kami bersama Waka Polsek, Kasi Trantib Kecamatan Sambit, dan tim dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo telah meninjau langsung titik longsor. Penyebab utama adalah curah hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir, sehingga debit air sungai meningkat tajam dan mengikis kondisi tanggul yang ada,” ujar AKP Baderi.
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan lebih lanjut guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
“Langkah cepat sudah kami ambil, termasuk melaporkan detail kerusakan kepada pimpinan dan berkoordinasi dengan BPBD serta Pemdes Ngadisanan. Kami mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada, terutama saat hujan lebat kembali turun,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali. Meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, masyarakat diminta untuk tidak mendekat ke area longsor karena kondisi tanah yang masih labil. (mny)











































