Home Headline Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Majelis Pauddasmen PDA Ponorogo Workshop Implementasi Deep Learning &...

Tingkatkan Kompetensi Pendidik, Majelis Pauddasmen PDA Ponorogo Workshop Implementasi Deep Learning & Kurikulum Berbasis Cinta

0

KOTA, Media Ponorogo – Majelis Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah (Pauddasmen) Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Ponorogo sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Pendidikan Anak Usia Dini”.

Kegiatan ini diikuti oleh 180 peserta yang terdiri dari Kepala dan Guru KB, TK, serta BA Aisyiyah se-Kabupaten Ponorogo di Aula RSUA, Sabtu (14/2/2026).

Ketua Majelis Pauddasmen PDA Ponorogo, Ririn Hari Wahyuni Ekawati, S.Pd, M.E, Sy., menjelaskan bahwa workshop ini sangat krusial mengingat PDA Ponorogo mengelola sebanyak 143 lembaga pendidikan yang bernaung di bawah dua kementerian, yakni Kemendikdasmen dan Kementerian Agama.

“Workshop ini perlu dilaksanakan agar para guru memahami perkembangan kebijakan pendidikan di kedua kementerian tersebut. Kita ingin menyelaraskan pendekatan Deep Learning dari Kemendikdasmen dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) dari Kementerian Agama,” ujar Ririn.

Berdasarkan Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, Deep Learning didefinisikan sebagai pendekatan pembelajaran mendalam yang bermakna dan menyenangkan.

“Tujuannya adalah mendorong anak untuk berpikir kritis, mengeksplorasi, dan menghubungkan pengetahuan dengan kehidupan nyata,” ujarnya.

Ketua Majelis Pauddasmen PDA Ponorogo, Ririn Hari Wahyuni Ekawati, S.Pd, M.E, Sy.

Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diluncurkan Kementerian Agama RI pada 2025 hadir untuk mengintegrasikan kasih sayang, spiritualitas, dan kemanusiaan sebagai fondasi pembelajaran.

“KBC berfokus pada “Panca Cinta”—cinta kepada Tuhan, diri sendiri/sesama, ilmu, lingkungan, dan bangsa—guna menciptakan insan yang humanis dan toleran,” sebutnya.

Workshop ini menghadirkan narasumber berkompeten, Ruslan Thohirin, S.Ag. M.Si., yang merupakan Ketua Pokjawas Kemenag Jatim sekaligus tokoh berprestasi di tingkat nasional dalam bidang pendidikan.

Dalam paparannya, ditekankan bahwa tujuan utama workshop adalah mengubah metode pengajaran yang semula berbasis hafalan menjadi pengalaman yang bermakna (meaningful), menyenangkan (joyful), dan sadar (mindful).

Melalui kegiatan ini, Ririn berharap, guru PAUD mampu menjadi fasilitator profesional yang menciptakan suasana eksploratif dan merangsang berpikir kritis dengan tetap mengedepankan empati sebagai fondasi utama.

“Harapan besar kami adalah lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan yang tinggi,” tambah Ririn.

Sebagai tindak lanjut, Majelis Pauddasmen PDA Ponorogo akan melakukan monitoring ke setiap lembaga untuk memastikan implementasi Deep Learning dan KBC berjalan efektif dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.

Sementara itu, kegiatan ini mendapat apresiasi dari Ketua Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Ponorogo, Hj. Titi Listyorini, SH.

Ia menyampaikan bahwa langkah Majelis Pauddasmen dalam mensosialisasikan kebijakan baru ini sangatlah tepat, terutama karena KBC merupakan kurikulum yang baru saja diluncurkan.

“PDA memberikan apresiasi kepada Majelis Pauddasmen atas terselenggaranya workshop ini. Ini adalah hal baru yang perlu segera disosialisasikan kepada guru-guru kita, terutama guru TK, agar mereka bisa memberikan pembelajaran terbaik dan mendalam sesuai kondisi saat ini,” ungkap Hj. Titi Listyorini.

Bu Lies juga berharap melalui kurikulum ini, nilai-nilai empati dapat tumbuh sejak dini. Termasuk dalam menyikapi sekolah inklusi dan kepedulian terhadap lingkungan.

“Sebagai tindak lanjut, PDA Ponorogo juga merencanakan rangkaian pelatihan lanjutan lainnya, seperti pelatihan Big Book dan Coding untuk meningkatkan kompetensi guru di masa depan,” pungkasnya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here