KOTA, Media Ponorogo – Suasana khidmat menyelimuti Gedung Graha Watoe Dhakon, Kampus 1 UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Universitas Islam Negeri (UIN) Ponorogo resmi menggelar prosesi Wisuda Ke-IV untuk Program Sarjana (S1) dan Magister (S2) dengan total 433 lulusan yang siap terjun ke masyarakat.
Dalam pidatonya, Rektor UIN Ponorogo, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag, menekankan bahwa gelar akademik merupakan titik awal bagi para alumni untuk menghadapi tantangan nyata.
Rektor berpesan agar para lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga menjaga akhlak dan semangat pengabdian.
“Wisuda ini bukan akhir perjalanan, melainkan jeda sebelum melangkah pada fase pengabdian yang lebih nyata. Jangan pernah bosan berbuat baik, karena kebaikan akan melahirkan kebaikan lainnya,” tutur Prof. Evi dengan penuh haru.
Sebagai bentuk penguatan daya saing, UIN Ponorogo kini membekali mahasiswanya dengan pelatihan berbasis sertifikasi profesi agar siap bersaing di dunia kerja profesional.
Wisuda kali ini meluluskan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dengan rincian sebagai berikut:
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan: 191 lulusan (Jumlah terbanyak).
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam: 95 lulusan.
Fakultas Syariah: 64 lulusan.
Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah: 61 lulusan.
Program Pascasarjana: 22 lulusan.
Kebahagiaan terpancar dari wajah para peraih predikat Wisudawan Terbaik.
Nama Zahrovi Mahdyanita Lazzarani (FUAD) dan Nelly Setyani (FEBI) memimpin dengan raihan IPK sempurna sebesar 3,87.
Salah satu lulusan terbaik dari Fakultas Syariah, Aprilia Alifatun Nisa (IPK 3,73), mengungkapkan rasa syukurnya.
Menurutnya, kunci keberhasilannya adalah konsistensi dan semangat dalam menyelesaikan tugas akhir.
“Mengerjakan skripsi itu harus ada semangat dari dalam diri sendiri. Meskipun sedikit terlambat, ternyata ada kejutan bisa jadi yang terbaik,” ungkap Aprilia.
Ia juga memuji fasilitas kampus yang semakin berkembang pasca transformasi menjadi UIN, serta biaya kuliah yang tetap terjangkau bagi masyarakat.
Sebagai gambaran, biaya UKT di UIN Ponorogo masih ada yang menyentuh angka Rp 400 Ribu, dengan biaya hidup di Ponorogo yang sangat ekonomis.
“Ayo daftar ke UIN Ponorogo! UIN Ponorogo yang hebat. Karena ini baru saja beralih menjadi UIN, jadi banyak fasilitas baru, infrastruktur diperbarui menjadi lebih bagus, dan intinya nanti ditambah-tambah lagi,” ajaknya.
Melalui momentum ini, UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berharap ilmu yang diraih para wisudawan dapat menjadi cahaya yang menuntun menuju kesuksesan serta membawa manfaat luas bagi agama, bangsa, dan negara. (mas)













































