Home Headline Sujono, S.Pd, M.Pd Jamin Sportifitas LKS Kabupaten Ponorogo: Tak Ada Lobi-Lobi

Sujono, S.Pd, M.Pd Jamin Sportifitas LKS Kabupaten Ponorogo: Tak Ada Lobi-Lobi

0

JENANGAN, Media Ponorogo – Geliat kompetisi Lomba Kompetensi Siswa (LKS) tingkat Kabupaten Ponorogo tahun 2024 resmi dimulai dengan komitmen tinggi terhadap integritas.

Ketua Panitia LKS, Sujono, S.Pd, M.Pd menegaskan bahwa ajang tahun ini akan berjalan bersih tanpa ada intervensi guna menghasilkan perwakilan terbaik untuk Bumi Reog.

Bertempat di SMKN 1 Jenangan, Sujono, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya memberikan jaminan bahwa proses penjurian akan dilakukan secara objektif.

Ia menekankan bahwa tidak akan ada ruang bagi praktik lobi-lobi antara peserta, pembimbing, maupun dewan juri yang bertugas.

“Mungkin LKS ini tidak akan ada lobi-lobi antara peserta atau pembimbing dengan juri-juri yang ada,” tegas Sujono di hadapan para peserta dan jajaran pejabat Cabang Dinas Pendidikan.

Senada dengan panitia, Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Ponorogo, Maskun, turut menguatkan komitmen tersebut.

Ia mendukung penuh pelaksanaan lomba yang “apa adanya” demi mengukur kemampuan serapan ilmu siswa secara riil.

“Saya sangat setuju sekali jangan ada lobi-lobi atau ada permainan di kegiatan ini. Kita mencari siapa yang benar-benar siap untuk kita kirim sebagai wakil dari 12 bidang lomba itu ke tingkat provinsi,” ujar Maskun.

Ajang tahun ini diikuti oleh 79 peserta perwakilan dari 27 SMK negeri dan swasta se-Ponorogo, 10 SMA negeri, serta satu Madrasah Aliyah (MA) yakni MAN 2 Ponorogo.

Terdapat 12 bidang lomba yang dipertandingkan di tingkat kabupaten, sementara puluhan bidang lainnya akan langsung melaju ke tingkat provinsi melalui jalur penunjukan atau golden ticket karena keterbatasan jumlah pesaing di tingkat lokal.

Dengan jaminan sportifitas ini, diharapkan para juara yang lahir nantinya mampu bersaing secara kompetitif saat berlaga di level Jawa Timur yang rencananya akan digelar di Malang atau Surabaya.

“Mari kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. LKS ini harus menjadi tolok ukur yang jujur bagi kualitas pendidikan kita di Ponorogo,” pungkas Sujono.

Sebanyak 12 bidang lomba dipertandingkan secara tersebar di tujuh titik lokasi strategis, antara lain:

SMKN 1 Jenangan: Bidang lomba Motorcycle Repair and Maintenance dan Welding.

SMKN 1 Ponorogo: Bidang lomba Accounting dan Digital Marketing.

SMKN 1 Sawoo: Bidang lomba Information Network Cabling, IT Network System Administration, dan Web Technology.

SMK PGRI 2 Ponorogo: Bidang lomba Auto Body Repair.

SMK PGRI Sumoroto: Bidang lomba Automobile Technology.

SMKN 1 Badegan: Bidang lomba Culinary.

Bidang lomba Carpentry (SMK Ponpes)

Graphic Design Technology (SMK Bakti).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Ponorogo, Maskun, mendukung penuh komitmen panitia terkait transparansi lomba.

Ia meminta agar ajang ini benar-benar digunakan untuk mencari perwakilan yang paling kompeten untuk dikirim ke tingkat provinsi di Malang atau Surabaya mendatang.

“Saya sangat setuju, jangan ada lobi-lobi atau permainan. Kita laksanakan apa adanya karena kita mencari siapa yang benar-benar siap untuk dikirim sebagai wakil Ponorogo,” ujar Maskun dalam arahannya.

Maskun juga memberikan pesan khusus kepada sekolah-sekolah besar yang sudah memiliki reputasi nasional seperti SMKN 1 Jenangan dan SMKN 1 Badegan.

Ia berharap sekolah tersebut bersedia membimbing atau ‘nuntun’ sekolah-sekolah lain, terutama SMA dan MA yang baru mulai merintis keikutsertaan di ajang LKS.

“Sekolah yang sudah besar dan kondang harus merangkul sekolah lain. Jangan dimusuhi, tapi dituntun agar ekosistem prestasi di Ponorogo semakin kompetitif dan melahirkan banyak bintang baru,” pungkasnya sebelum berencana meninjau langsung tujuh titik lokasi lomba. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here