Home Budaya Keren, Paramotor Bujangganong Terbang Menari di Puncak Monumen Reog Ponorogo

Keren, Paramotor Bujangganong Terbang Menari di Puncak Monumen Reog Ponorogo

0

SAMPUNG, Media Ponorogo – Ada pemandangan yang tak biasa di atas kemegahan Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP) di kawasan Gunung Gamping Sampung pada Minggu (8/2/2026).

Jika biasanya sosok Bujangganong lincah beratraksi di atas tanah, kali ini tokoh ikonik dalam seni Reog beratraksi terbang di kawasan Monumen Reog menggunakan paramotor.

Aksi ini tentu mampu menyuguhkan pemandangan spektakuler yang memadukan adrenalin dan warisan budaya.

Mengenakan kostum lengkap dengan topeng merahnya yang khas, seorang pilot paramotor sukses menyihir pandangan pengunjung monumen reog.

Aksi memukau ini merupakan inisiatif dari Federasi Aerosport Indonesia (FASI) Pengurus Cabang (Pengcab) Paralayang Ponorogo.

Parbohadi, Ketua Pengcab Paralayang Ponorogo, mengungkapkan bahwa misi kali ini sebenarnya adalah agenda “liburan” produktif untuk mengisi waktu luang para atlet dan pegiat dirgantara.

Pemilihan kostum Bujangganong bukan tanpa alasan. Parbohadi menyebutkan bahwa mereka ingin menciptakan harmoni antara olahraga ekstrem dengan identitas budaya Ponorogo yang sedang dibangun melalui monumen raksasa tersebut.

“Karena terbangnya di Monumen Reog, kami terinspirasi bagaimana caranya terbang dengan kostum yang seimbang dengan ikon tersebut. Maka, kami pilih Bujangganong,” ujar Parbohadi.

Tak menutup kemungkinan, di masa mendatang mereka akan menerbangkan sosok lain seperti “Warok” untuk menghiasi langit Bumi Reog.

Meski terlihat anggun dari kejauhan, menaklukkan udara di sekitar struktur bangunan setinggi Monumen Reog bukanlah perkara mudah.

Parbohadi menceritakan tantangan teknis yang cukup mendebarkan, terutama terkait titik lepas landas (take-off) dan pendaratan (landing) yang belum standar untuk keperluan olahraga.

“Kami sempat mencoba beberapa kali. Pertama dari lapangan namun tidak bisa mendekat ke monumen. Saat mencoba di area monumen pun sempat gagal beberapa kali karena adanya turbulensi udara,” jelasnya.

Namun, perjuangan itu terbayar lunas saat pilot berhasil mencapai ketinggian yang tepat.

Dari udara, kemegahan monumen kebanggaan warga Ponorogo itu tampak luar biasa dan sangat menarik secara visual.

Dalam foto udara yang tertangkap kamera, tampak sang pilot melayang dengan latar belakang struktur raksasa Monumen Reog yang tengah dibangun.

Kontras antara warna parasut yang cerah, kostum tradisional yang eksotis, dan pemandangan pemukiman di bawahnya menciptakan visual yang sangat instagenic sekaligus membanggakan.

Di balik aksi keren ini, ada misi besar yang diusung Paralayang Ponorogo: Regenerasi.

Parbohadi menyebut masih minimnya minat anak muda di Ponorogo untuk terjun ke dunia olahraga dirgantara seperti paralayang maupun paramotor.

“Kami ingin memperkenalkan olahraga ini kepada anak muda. Di Ponorogo, generasi muda yang terjun ke kedirgantaraan masih sangat minim,” tuturnya.

Meskipun aksi ini murni inisiatif pribadi tanpa dukungan sponsor, antusiasme masyarakat yang luar biasa menjadi sinyal positif.

Ia berharap ke depannya kawasan Monumen Reog bisa menjadi salah satu titik rutin untuk kegiatan paralayang maupun paramotor, setelah dilakukan studi lebih lanjut mengenai pola angin di lokasi tersebut. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here