SAMBIT, Media Ponorogo – Dunia pendidikan di wilayah Kecamatan Sambit kembali diresahkan dengan aksi pencurian. Kali ini, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Maguwan menjadi sasaran komplotan maling. Akibat kejadian tersebut, tiga unit laptop dan sejumlah uang tunai raib dibawa kabur.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pihak sekolah pada Jumat pagi (30/01). Pelaku diduga masuk dengan cara mencongkel pintu ruangan kantor depan.
Berdasarkan inventarisir sekolah, barang yang hilang meliputi:
1 Unit Laptop Data BOS
1 Unit Laptop Inventaris Sekolah
1 Unit Laptop Pribadi
Selain perangkat elektronik, pencuri juga menggasak uang tunai sebesar Rp1.000.000. Uang tersebut merupakan akumulasi dari hasil penjualan kantin sekolah pada hari Kamis serta uang pribadi milik staf pengajar.
Salah satu pengajar SDN 2 Maguwan, Bu Titin Muryandari, mengungkapkan bahwa pelaku diduga kuat adalah orang dewasa. Hal ini terlihat dari jejak fisik yang tertinggal di lokasi kejadian.
“Kalau melihat bekas jejak kakinya, sepertinya orang besar (dewasa). Pintunya juga dicongkel tidak hanya di satu bagian saja,” ujar Bu Titin saat dikonfirmasi.
Ia menambahkan bahwa kehilangan ini sangat memukul pihak sekolah, terutama karena data-data penting yang tersimpan di dalam perangkat tersebut.
“Laptop itu sangat penting bagi kami karena di dalamnya ada data BOS siswa. Kami sangat berharap laptop sekolah tersebut bisa segera ditemukan kembali,” harapnya.
Sementara, petugas dari Polsek Sambit segera meluncur ke lokasi untuk melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi telah mengumpulkan sejumlah barang bukti dan memeriksa saksi-saksi guna mengungkap identitas pelaku.
Hingga berita ini diturunkan, kasus pencurian ini masih dalam proses penyelidikan intensif oleh unit Reskrim Polsek Sambit. Pihak kepolisian juga menghimbau sekolah-sekolah di wilayah sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan dan keamanan lingkungan sekolah. (mny)













































