Home Headline Jalan Poros Wates-Wagir Lor Ngebel Ponorogo Nyaris Putus, Longsor Gerus Badan Jalan

Jalan Poros Wates-Wagir Lor Ngebel Ponorogo Nyaris Putus, Longsor Gerus Badan Jalan

0

NGEBEL, Media Ponorogo – Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bumi Reog kembali memicu bencana hidrometeorologi.

Hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur sejak Senin sore, mengakibatkan tebing setinggi 20 meter di kawasan Kecamatan Ngebel longsor, Selasa (13/1) dini hari.

Material longsor tidak hanya menutup akses, namun juga menggerus badan jalan poros penghubung Desa Wates (Kecamatan Jenangan) dan Desa Wagir Lor (Kecamatan Ngebel).

Akibat kejadian ini, jalur utama tersebut nyaris putus total dan melumpuhkan akses kendaraan roda empat.

Kronologi Kejadian
Bencana tersebut tepatnya terjadi di Dukuh Dayakan, Desa Wagir Lor, sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, insiden ini bermula dari hujan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut pada Senin, pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.

Durasi hujan yang cukup lama membuat kondisi tanah di lokasi—yang memang dikenal labil—menjadi jenuh air. Akibatnya, tebing di sisi jalan tidak kuat menahan beban dan mengalami longsor.

“Longsoran memiliki dimensi panjang sekitar 15 meter. Yang paling parah, ketebalan badan jalan yang ambrol tergerus mencapai satu meter lebih ke jurang,” ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Ponorogo, Masun, saat dikonfirmasi Rabu (14/1).

Akses Roda Empat Lumpuh Total
Dampak kerusakan infrastruktur ini cukup vital bagi mobilitas warga. Masun menjelaskan bahwa kondisi jalan saat ini sangat kritis.

Dari lebar jalan normal, kini hanya tersisa sekitar satu meter aspal yang masih menempel pada tebing.

“Kondisi ini memaksa kami menutup total akses untuk kendaraan roda empat (mobil). Sangat berbahaya,” tegas Masun.

Saat ini, jalur tersebut hanya bisa dilalui dengan ekstra hati-hati oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Guna menjaga akses ekonomi dan sosial warga tidak mati total, masyarakat setempat berinisiatif bergotong royong membangun jembatan darurat dari bambu dan kayu di bagian jalan yang tergerus.

Ancaman Longsor Susulan dan Penanganan Permanen
BPBD Ponorogo memperingatkan adanya potensi bahaya susulan. Tim Reaksi Cepat (TRC) yang telah diterjunkan ke lokasi menemukan adanya retakan tanah baru di sekitar sisa badan jalan. Jika hujan deras kembali turun, dikhawatirkan sisa jalan tersebut akan ikut ambrol dan memutus akses sepenuhnya.

“Kami mengimbau warga untuk waspada. Masih ada retakan, kami terus pantau bersama perangkat desa setempat,” imbuhnya.

Di sisi lain, titik longsor di Desa Wagir Lor ini sejatinya sudah masuk dalam radar prioritas penanganan pemerintah. Lokasi ini memiliki riwayat kerawanan tinggi dan tercatat sudah empat kali dilakukan kaji cepat (assessment).

Bahkan, data kerusakan di titik ini telah masuk dalam pengajuan dana hibah rehabilitasi dan rekonstruksi ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk perbaikan permanen.

Namun, sembari menunggu realisasi bantuan pusat, penanganan darurat difokuskan pada keselamatan pengguna jalan. (mny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here