NGRAYUN, Media Ponorogo – Penantian panjang warga Kecamatan Ngrayun untuk memiliki jalan aspal yang mulus akhirnya menemui titik terang.
Anggota Komisi V DPR RI, H. Ali Mufthi, memastikan bahwa usulan pembangunan infrastruktur jalan di wilayah tersebut telah masuk dalam anggaran pemerintah pusat untuk tahun 2026.
Kabar gembira ini disampaikan langsung oleh legislator asal Dapil VII (Ponorogo , Pacitan, Trenggalek, Ngawi dan Magetan) Jawa Timur tersebut di sela-sela peresmian program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) di Kecamatan Siman, Kamis (8/1/2026).
H. Ali Mufthi mengungkapkan bahwa perbaikan jalan di Ngrayun merupakan salah satu prioritas perjuangannya di Senayan, mengingat keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan rusak yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada penanganan serius dari pemerintah daerah sebelumnya.
“Alhamdulillah, itu janji saya kepada orang Ngrayun. Tahun 2026 sudah saya carikan DAK (Dana Alokasi Khusus) dan sudah saya cek di Bappenas, insyaallah sudah ‘nyantol’. Sejak dulu belum ada pemerintah daerah yang mengaspal Ngrayun, baru kali ini kita usahakan,” ujar Ali Mufthi penuh syukur.
Selain Ngrayun, Ali Mufthi menyebut bahwa Kecamatan Pulung juga akan menerima kucuran anggaran serupa dari pusat.
Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari Instruksi Jalan Daerah (IJD) yang bertujuan untuk menghubungkan sektor-sektor ekonomi di pedesaan.
Fokus pada Kualitas dan Ekonomi Masyarakat
Dalam paparannya, H. Ali Mufthi berpesan agar nantinya pengerjaan jalan dilakukan secara profesional sehingga aspal memiliki daya tahan yang lama.
Ia juga berharap infrastruktur yang baik dapat mendongkrak komoditas lokal seperti porang yang menjadi unggulan di wilayah Ngrayun.
“Saya kepengin jalan itu dikerjakan dengan baik agar aspalnya awet. Jika infrastruktur bagus, sektor ekonomi seperti pertanian dan perkebunan akan terangkat, apalagi Presiden meminta IJD ini memang perspektifnya untuk mendorong perkembangan ekonomi masyarakat,” tambahnya.
Politik yang Menyenangkan
H. Ali Mufthi juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di tingkat desa selama proses pembangunan berlangsung. Ia berharap bantuan dari pemerintah pusat ini dapat diterima dengan rasa senang tanpa menimbulkan konflik internal di masyarakat.
“Politik tertinggi itu adalah masyarakat marem (puas), senang, dan tidak geger (ribut). Gunakan bantuan ini sebaik mungkin untuk kepentingan masyarakat. Saya akan terus berjuang untuk mencarikan anggaran pusat bagi Ponorogo agar infrastruktur kita semakin baik,” pungkasnya. (mny)












































