Home Headline Usai Mencangkul, Lansia di Balong Ponorogo Meninggal dii Gubuk Sawah

Usai Mencangkul, Lansia di Balong Ponorogo Meninggal dii Gubuk Sawah

0

Balong, Media Ponorogo – Warga Desa Ngendut, Balong, dibuat geger. Pasalnya, seorang lansia ditemukan meninggal dunia mendadak saat sedang bekerja di area persawahan Desa Ngendut, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, pada Selasa (6/1/2026) pagi.
Korban diketahui bernama SA (77), warga RT 01 RW 01 Dukuh Krajan, Desa Ngendut.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 10.20 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum menghembuskan napas terakhir, korban sedang beraktivitas mencangkul tanah di sawah bersama dua rekannya, Misni (67) dan Slamet Riyadi (46).
Kapolsek Balong, AKP Triyono, S.H., menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban merasa tidak enak badan saat sedang bekerja. Korban kemudian berpamitan kepada saksi untuk beristirahat di sebuah gubuk yang berada di pinggir sawah.
“Korban sempat memberi tahu saksi bahwa ia ingin istirahat karena merasa kurang sehat. Saat saksi menyusul ke gubuk untuk beristirahat bersama, korban terlihat sedang tidur. Namun, saat coba dibangunkan, korban sama sekali tidak memberikan respons,” ujar AKP Triyono.
Melihat kondisi tersebut, saksi segera meminta bantuan warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Balong.
Mendapat laporan warga, petugas dari Polsek Balong, Tim Inafis Polres Ponorogo, bersama tenaga medis dari Puskesmas Balong langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh pria berusia 77 tahun tersebut. Petugas hanya menemukan luka babras kecil pada dagu kanan yang diduga akibat benturan ringan saat korban merebahkan diri.
AKP Triyono, S.H. menegaskan bahwa penyebab kematian diduga kuat karena faktor kesehatan.
“Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi-saksi, korban diketahui memiliki riwayat penyakit darah tinggi (hipertensi). Diduga kuat kematian korban disebabkan oleh penyakitnya yang kambuh saat sedang beraktivitas,” terang Kapolsek.
Pihak keluarga korban telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah. Mereka keberatan untuk dilakukan otopsi lebih lanjut dan telah membuat surat pernyataan tidak akan menuntut pihak manapun.
Setelah proses identifikasi selesai, jenazah Samiran langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan proses pemakaman secara adat setempat. Di lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu buah cangkul dan satu botol air mineral milik korban. (mny)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here