JAMBON, Media Ponorogo – Unjuk Karya Produk Kreativitas Peserta Didik SMK Muhammadiyah 1 Somoroto (Muhiso) di Halaman Balai Desa Jambon, Selasa (16/12/2025), mencuri perhatian.
Berbagai produk kreativitas siswa dari hasil Program Proyek Kreatif Kewirausahaan (PKK) pemerintah yang dipamerkan bahkan laris manis diborong oleh tokoh masyarakat.
Mulai dari Ketua PDM Ponorogo Drs Syafrudin MA, Kepala Desa Jambon Munarsih, hingga Kasie SMK Kacabdindik Wilayah Ponorogo Agung Dwi Prabowo, M.Si.
Kepala Sekolah SMK Muhiso Cristian Ferinda Rahmawati, SE, M.Pd, mengaku bangga dengan kreativitas anak didiknya di bawah bimbingan guru mampu menghasilkan produk yang luar biasa.
Menariknya, semua karya yang dihasilkan memanfaatkan bahan bekas untuk dijadikan produk bernilai ekonomis.
“Sebagai sekolah adiwiyata, semua produk memanfaatkan bahan bekas,” ungkapnya.
Ada empat kelompok produk yang dipajang di sejumlah stand. Seperti, pot bunga yang dibuat dari ban bekas mobil dan sepeda motor, keset kain perca dari limbah konveksi, aneka keripik berkualitas (singkong, tales, pisang), dan manik-manik atau aksesoris cantik.
Menurut Cristian, mendapatkan bantuan program PKK tidak mudah. Siswa harus melewati wawancara, tes, dan pelatihan sebelum akhirnya diberi kesempatan mengembangkan produk dan dukungan dari pemerintah.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI) yang menampung produk siswa agar dikenal masyarakat.
“Program ini membuktikan SMK Muhiso sebagai pencetak generasi berwirausaha. Harapannya, sekolah ini menjadi dambaan masyarakat ke depannya,” tandasnya.
Agung Dwi Prabowo Kasie SMK Cabdindik Wilayah Ponorogo yang hadir memberikan apresiasi atas kreativitas siswa SMK Muhiso.
Ia mengatakan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu mendorong lembaga pendidikan termasuk SMK untuk meningkatkan kualitas melalui program semacam ini.
“Setiap produk siswa disertai pendampingan tenaga ahli untuk finishing, sehingga kualitas terjaga,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan, SMK Muhiso memiliki tiga kompetensi keahlian – Akuntansi Keuangan Lembaga (AKL), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), serta Tata Kecantikan Kulit dan Rambut (TKKR).
Luar biasanya, tingkat keterserapan 100 persen ke dunia industri dan kampus berkat keberadaan Bursa Kerja Khusus (BKK).
“Harapannya, kegiatan unjuk karya ini berlangsung setiap tahun sebagai media promosi dan memperkenalkan sekolah kepada masyarakat,” katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua PDM Ponorogo Drs. Muh. Syafrudin, MA yang menyatakan program ini sejalan dengan empat pilar program unggulan Muhammadiyah di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan layanan sosial.
“Selamat dan sukses kepada anak-anak yang terus mengembangkan kreativitas. Muhammadiyah selalu hadir untuk kesejahteraan bangsa,” pungkasnya.
Turut hadir dalam acara tersebut antara lain Ketua PCM Kauman, Ketua PCM Jambon, Forkopimca Jambon, perangkat desa, komite sekolah, Direksi PT DSS Surya Mart, dan siswa MTs/SMP sekitar Jambon. (mas)












































