KOTA, Media Ponorogo – SMAN 3 Ponorogo mempersembahkan Ketorak Humor berjudul Babad Watu Gilang Mataram dalam kegiatan Ponorogo Rikolo Semono, sebuah event budaya yang selalu dinantikan, Minggu malam (13/7/2025).
Pertunjukan hasil garapan Teater Tesaiga SMA Negeri yang dinakhodai Dr. Sasmito Pribadi, M.Pd itu disambut antusias ribuan pasang mata yang menyaksikan di Alun-Alun Ponorogo.
Menariknya, “Babad Watu Gilang Mataram”, mengisahkan cerita Panembahan Senopati, seorang raja Mataram yang bijaksana, dan Bagus Sonoboyo, seorang pemuda pemberani yang memilih jalan sendiri di luar kekuasaan Mataram.
Alur cerita semakin menarik dengan kehadiran Roro Pembayun, seorang penari tayub cantik yang ditugaskan untuk menjebak Bagus Sonoboyo.
Pramana, Ketua Teater Tesaiga, menjelaskan bahwa pertunjukan ini tidak sekadar hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral tentang kepemimpinan dan kebijaksanaan.
“Panembahan Senopati menjadi contoh pemimpin yang bijak,” ujar Pramana.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya meneladani kepemimpinan yang arif dan bijaksana dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekedar teater, pertunjukan ini juga memadukan unsur karawitan, film pendek, tari, dan drama, menciptakan sebuah pertunjukan multi-media yang memukau.
Sebanyak 18 siswa SMAN 3 Ponorogo yang tergabung dalam Teater Tesaiga telah berlatih keras selama 8-9 hari untuk menyajikan penampilan terbaik mereka.
Kehadiran Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, semakin menambah istimewa malam tersebut.
Penampilan Teater Tesaiga di Ponorogo Rikolo Semono bukan yang pertama. Tahun lalu, mereka juga turut berpartisipasi dalam event yang sama.
Pramana mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan tampil kembali dan berharap agar Ponorogo Rikolo Semono semakin berkembang di tahun-tahun mendatang.
Ia juga menekankan bahwa partisipasi ekstrakurikuler seperti Teater Tesaiga membuktikan bahwa SMAN 3 Ponorogo memiliki kualitas yang tinggi dan patut dibanggakan.
“Luar biasa, mampu tampil maksimal di Rikolo Semono ini bukti bahwasannya ekstrakurikuler di Smaga bukan remeh,” pungkas Pramana, siswa kelas 12 SMAN 3 Ponorogo. (mas)