Home Daerah Pegawai BTPN Ponorogo Asal Malang Meninggal Dunia Dirumah Kost, Gegerkan Warga Kota

Pegawai BTPN Ponorogo Asal Malang Meninggal Dunia Dirumah Kost, Gegerkan Warga Kota

0

PONOROGO – Warga Kota Ponorogo hari dikejutkan temuan mayat di kamar kost, diduga meninggal karena sakit.

 Kasubag Humas Polres Ponorogo Iptu. Edy Sucipta saat dikonfirmasi awak media membenarkan adanya laporan orang meninggal dunia di kamar kost diduga karena sakit, Kamis (05/12/2019) pukul 08.00 wib, masuk wilayah hukum Polsek Kota Babadan.

“Lokasi tempat ditemukan korban di
Kos-kosan (Jonathan Kos) milik Heri  Sumarwan  turut Jalan Pramuka, Linkungan  Kertosari Selatan Rt.02 Rw.03, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo,” ujarnya.

Korban meninggal lajut Iptu. Edy,
Tengku Rory Alvin, SE, Medan, 06 Mei 1974
Pegawai BTPN jalan Candi Badut 18 Rt.04 Rw.02, Ds.Mojolangu, Kecamatan .Lowokwaru, Kota Malang.

Kronologi kejadian lanjut Iptu. Edy,  Kamis tanggal 05 Desember 2019 sekira pukul 06.30 Wib, saksi Ratna di tilpun oleh istri korban disuruh untuk mengecek ke Kosan korban,  karena sejak kemarin sore korban dihubungi oleh istrinya tidak bisa.

“Selanjutnya Ratna mengajak saksi Ririn untuk mengecek korban di Kosan alamat Jalan Pramuka, Linkungan Kertosari Selatan Rt.02 Rw.03, Kel.Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo,” jelasnya.

Setelah sampai di Kosan kedua saksi menemui penjaga kos,  dan bersama-sama penjaga kos mengetuk pintu kamar korban

“Tdak ada respon, karena merasa curiga penjaga kos membuka pintu kamar yang tidak terkunci dan didapati korban dalam keadaan terlentang diduga meninggal dunia. Selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Babadan,” terangnya.

Hasil riksa medis Tim Kesehatan Polres Ponorogo tambah Iptu. Edy,  Korban menggunakan kaos berwarna putih, celana pendek warna merah, Rambut hitam , Tinggi 168 cm, Keluar sperma dari kemaluan, terdapat lebam mayat di panggung bawah dan Terdapat sisa muntahan di mulut korban.

“Barang bukti yang diamankan perugas1 buah HP, 1 buah dompet berisi identitas korban, 1 buah jam tangan, 1 buah tas warna hitam berisi roti dan 1 buah korek api,” katanya.

Sementara hasil keterangan dari rekan-rekan kerja korban (saksi 2 dan saksi 3) menerangkan bahwa korban mempunyai riwayat sakit Hypertensi dan sudah sering berobat ke rumah sakit.

Hasil olah TKP, pemeriksaan tim medis dan keterangan saksi dapat disimpulkan sementara bahwa penyebab kematian korban karena sakit yang sudah lama di deritanya.

“Atas kejadian tersebut pihak keluarga sudah menerim sebagai musibah dengan dilampiri surat pernyataan sudah menerima dan tdk bersedia dilakukan outopsi,” pungkasnya. (mny).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here