Home Budaya Ponorogo Apresiasi, Serahkan Penghargaan pada Pelaku Seni & Pemerhati Reyog

Ponorogo Apresiasi, Serahkan Penghargaan pada Pelaku Seni & Pemerhati Reyog

0

PONOROGO (MP) – Pemerintah Kabupaten Ponorogo dibawah kepemimpinan Bupati Ipong Muchlissoni dan Soedjarno memberikan apresiasi yang tinggi kepada 5 tokoh seniman, pelaku dan pemerhati seni Reyog Ponorogo.

Selain itu juga diserahkan piala lomba warna Lestari tingkat Nasional terbaik ke 2, pada acara pembukaan Hari Jadi Kabupaten Ponorogo ke-523, Perayaan Grebeg Suro dan Festival Budaya Bumi Reyog, Platform Indonesia – Kabupaten Ponorogo tahun 2019 Rabu (21/08/2019) pukul 20.00 wib di panggung utama Aloon-aloon kabupaten Ponorogo.

Mereka yang mendapatkan penghargaan yakni, H. Ahmad Tobroni dari Desa Maron Kecamatan Kauman, Mikan Gondowiyono Desa Plunturan kecamatan Pulung, Gani Desa Plunturan Kecamatan Pulung, Tampan Desa Bedingin Kecamatan Sambit, Mujiyanto dari kelurahan Pakunden Kecamatan Ponorogo dan Pilala warna lestasi Tingkat Nasional terbaik 2 kelompok petani hutan Arga Lestari Desa Selur kecamatan Ngrayun Bapak Mulyono.

Penyerahan penghargaan dilakukan Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kemendikbud RI Dra. Kristriani Ariani, M,Hum dan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Direktur kepercayaan Terhadap Tuhan YME Kemendikbud RI Dra. Kristiani Ariani membacakan sambutan dari Dirjend Kebudayaan mengungkapkan, babak baru kemajuan budaya secara menyeluruh di tingkat Nasional secara terpadu melalui perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pelestarian.

Sejak diterbitkannya UU no 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan. Mekanisme pengelolaan terpadu atas festifal atau budaya yang diselenggarakan Pemerintah Daerah, didukung Pemerintah Pusat serta dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam satu wadah kerja bersama yang disebut Indonesiana.

“Sebuah platform Indonesiana bertujuan memperkuat pelaksanaan kegiatan budaya yang sudah ada. Ini sudah dilakukan oleh Kabupaten Ponorogo,” katanya.

Dia juga menjelaskan, semua daerah diberikan ruang yang luas untuk menentukan tema festivalnya sesuai dengan identitas lokal masing-masing.

“Saat ini Indonesiana terwujud dalam Festival Reyog di Ponorogo, reyog selalu menjadi bagaian yang tidak terpisahkan dari perayaan Grebeg Suro. Persiapan menyambut tahun baru Islam 1 Muharam/ 1 Suro atau peringatan hari jadi Kabupaten Ponorogo ke 523,” terangnya.

Menurutnya, seni reyog saat ini sudah menjadi prioritas sebagai obyek seni di Kabupaten Ponorogo dan melibatkan semua masyarakat.

“Seperti Festival Reyog ini, jangan sampai menjadi event yang mandeg, hanya sekedar tontonan. Namun harus bisa menjadi ruang evaluasi, instropeksi, dan refleksi yang berjenjang,” terangnya.

Dengan diselenggarakan festival Reyog, diharapkan bisa menjadi ruang dan pola-pola gotong royong dalam kebudayaan yang efisien dan berkelanjutan.

Sementara itu Atika Banowati lewat akun Face booknya mengunggah ungkapan terima kasih dan bersyukur kepada Alloh SWT atas penghargaan yang diterimakan kepada ayahnya H. Ahmad Tobroni sebagai tokoh pelestari kebudayaan Reyog Ponorogo.

” Panggung utama Aloon – aloon Ponorogo Alkhamdulilaah, terimakasih ya Alloh, diusia senjanya Bapak masih memberi warna dunia seni di Ponorogo, dengan mendapatkan penghargaan Pelestari Kebudayaan Reyog, Insyaaloh memotifasi kami generasi penerusmu Bapak,” pungkasnya. (mny).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here